in

Jenguk Pengungsi Merapi, Gus Yasin Bantu Relawan Masak

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, membantu relawan memasak di tempat pengusian warga terdampak erupsi Merapi, di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO MAGELANG – Ketika mengunjungi tempat pengusian warga yang terdampak erupsi Gunung Merapi, di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (29/1) Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, ternyata tak segan-segan untuk ikut memasak.

Sesampai di dapur umum, dia langsung mengambil sendok sayur, dan membantu relawan yang sedang membuat sambal goreng hati. Makanan tersebut memang akan disajikan untuk makanan bagi pengungsi dan relawan.

“Tadi Pak Wagub Taj Yasin, tiba-tiba mengambil sendok dan membantu membuat sambal goreng hati. Ternyata orangnya ramah dan senang bergurau. Jadi kami tidak canggung dibantu masak,” kata Rini, salah satu relawan, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Kunjungan Gus Yasin bersama istri, Nawal Nur Arafah Yasin ke lokasi pengungsian itu, sebenarnya untuk mengecek kondisi pengungsian dan persediaan logistik. Tetapi ketika melihat para relawan memasak, Gus Yasin rupanya tertarik untuk turun langsung membantu.

Dalam kegiatan itu, dia bersama istri juga berkeliling posko pengungsian, sembari membagikan beras dan nasi kotak kepada pengungsi, juga makanan ringan untuk anak-anak.

Usai membantu masak dan mengecek kondisi pengungsi di Balai Desa Banyurojo, Gus Yasin juga berkunjung ke Balai Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Di tempat itu dia juga memastikan kondisi pengungsi aman, dan mengecek kecukupan kebutuhan logistik agar tidak mengalami kekurangan.

Gus Yasin meminta penduduk di lereng Gunung Merapi, untuk mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim siaga bencana.

”Alhamdulillah di sini gotong royong masyarakat untuk membantu pengungsi sangat bagus. Saya berharap penduduk di lereng Gunung Merapi sesuai arahan dari BPBD dan tim siaga bencana. Kami tidak mau lagi seperti yang terjadi di tahun 2006 dan 2010, warga berkejar-kejaran dengan awan panas,” ujarnya.

Terkait status Gunung Merapi masih siaga dan beberapa hari lalu muncul semburan awan panas, Wagub mengimbau warga tetap bertahan di pengungsian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemkab (pemerintah kabupaten) dan pemerintah pusat untuk menanggulangi bencana Merapi.

“Saat ini lebih baik warga di pengungsian dulu, kalau kondisinya sudah aman baru bisa pulang,” kata Gus Yasin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto menyebutkan, jumlah pengungsi dari Desa Paten, Kecamatan Dukun sebanyak 339 orang, dengan rincian sebanyak 265 orang berada di Posko Banyurojo, dan 74 orang ditempatkan di Balai Desa Mertoyudan.

“Kondisi pengungsi secara umum baik dan semua kebutuhan sudah terlayani. Termasuk tersedianya posko kesehatan dan logistik bagus, juga fasilitas-fasilitas darurat tersedia,” kata Edi. (HS-08)

Share This

Pantau Kegiatan Masyarakat, Jajaran Korem Wijayakusuma Gowes Bareng

Masuk Mal Pelayanan Publik, Pengunjung Bakal Temukan Produk Unggulan