in

Jembatan Plipiran Terus Dikebut, Kini Sudah 80 Persen

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, meninjau progres pembangunannya, yang kini telah mencapai 70 persen. (Foto : Banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Pembangunan Jembatan Plipiran yang menghubungkan Desa Limbangan, Kecamatan Madukara, dengan Desa Larangan Kecamatan Pagentan, terus dikebut.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, Jumat (9/7) kembali meninjau progres pembangunannya, yang kini telah mencapai 70 persen.

Pada kunjungan tersebut, bupati didampingi Kepala Kades Limbangan, Pujianto, sekdes Paramita, beserta perangkat dan warganya.

Kades Limbangan, Pujianto, menuturkan warganya sudah tak sabar menunggu jembatan tersebut jadi. Mengingat fungsinya sangat strategis, untuk kegiatan ekonomi ke kota, sekaligus menghubungkan wisatawan menuju Kecamatan Batur melalui Pagentan, sehingga akan menyingkat jarak ke Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng.

“Jalur ini nanti akan jadi primadona, sangat dibutuhkan warga untuk memudahkan akses ke kota sekaligus jalur wisata ke Dieng. Apalagi sekarang jalannya sudah halus berkat pak Bupati. Hampir tiap hari warga menunggui pembangunan jembatan ini,” ujarnya.

Uniknya, seorang warga bernama Noto, yang sedang menonton para pekerja membangun jembatan, mengaku dirinya ikut peduli dan ‘laku prihatin’ (berdoa-Red), untuk keselamatan pekerja dan kelancaran pembangunan.

“Saya wong cilik mung bisa ndonga nggo keslametan sing nyambet gawe kon supayane jembatane enggal dadi lan manpanga tinggo rakyat,” ujar Noto ketika dimintai komentarnya.

Noto bersama warga jugalah yang juga sudah bergotong royong membangun jembatan darurat di sisi jembatan baru yang sedang dibangun, sehingga kendaraan roda dua tetap bisa melintas. Jembatan sementara dari bambu yang hanya kuat dilewati sepeda motor itu sangat membantu mobilitas warga.

Sementara itu Bupati Budhi Sarwono menjelaskan, proses pembangunan jembatan terhitung hampir mencapai 80 persen, masih melanjutkan pemasangan rangkaian pilar-pilarnya,” kata bupati.

“Jembatan ini sangat penting, Saya optimistis akan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat,” ujar Budhi.

Bupati juga optimistis, setelah jembatan jadi akan jadi jalur favorit menuju Dieng. Selain lebih cepat, viewnya sangat bagus. Dari startingpoint Arung Jeram Sungai Serayu di Singomerto Kecamatan Sigaluh, Dieng bisa ditempuh tak lebih dari satu jam melewati jalur ini.

Sementara itu Kabid Bina Marga DPUR PR, Hermawan Tutut, ST mengatakan, pembangunan jembatan tersebut masuk dalam kegiatan Peningkatan Jalan Se Kecamatan Madukara, dengan total nilai kontrak awal Rp. 14.197.181.000,- dengan waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender.

Pembangunan Jembatan Plipiran dianggarkan dari dana APBD kabupaten sebesar Rp. 6,7 miliar. Bentang jembatan sekitar sepanjang 60 meter dengan ketinggian 15 meter. (HS-08)

Share This

Penanganan Covid-19, Pemkab Banyumas dan Cilacap Jalin Kerja Sama

Nikmatnya Sarapan dengan Sambal Tumpang ‘Tempe Busuk’ Khas Kediri