Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Jembatan Besi Sampangan Akan Dilebarkan dengan Anggaran Rp 36 Miliar

Jembatan Besi Sampangan (foto google map).

 

HALO SEMARANG – Pemkot Semarang akan melakukan pelebaran Jembatan Besi Sampangan menjadi dua jalur. Total anggaran untuk pembangunan ini mencapai Rp 36 miliar, dan akan dikerjakan tahun 2020 ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, pekerjaan pelebaran akan dilakukan mulai Mei 2020.

“Sekarang sudah masuk ke dalam tahapan pelelangan. Kami berharap dalam waktu dekat proses lelang bisa lebih cepat, dan segera ada pemenang,” ujar Anung, sapaan akrabnya, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya, pelebaran jembatan tersebut memang mendesak dilakukan karena kondisi lalu lintas di wilayah tersebut yang kerap terjadi kemacetan. Selain itu, pelebaran jalan juga akan dilakukan di sekitar jembatan.

Pelebaran jembatan tersebut bakal menyedot anggaran sekitar Rp 36 miliar. Di mana Rp 16 miliar di antaranya merupakan anggaran dari Pemkot Semarang untuk pembebasan lahan. Sedangkan sisanya merupakan pembiayaan pembangunan jembatan yaitu sebesar Rp 20 miliar akan dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah menganggarkan untuk pembebasan lahan. Tinggal pengerjaannya saja,” ujarnya.

Nantinya jembatan akan dibuat dua jalur dan ada penambahan struktur jembatan. Selain itu, di pertigaan sebelum jembatan juga akan dilebarkan. Ke kroditan lalu lintas di jalur tersebut, sering terjadi saat masuk jam-jam berangkat dan pulang kerja. Arus kendaraan dari arah Unnes menuju Sampangan, begitu juga sebaliknya sangatlah tinggi.

Sehingga pelebaran jembatan dinilai menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut.

“Rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah lama, namun baru bisa terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, proses pekerjaan pelebaran Jembatan Besi Sampangan dan pelebaran jalan di sana diharapkan bisa selesai tepat waktu.

“Kami berharap pekerjaan fisik yang besar bisa dilelangkan secepatnya, sehingga penyelesaiannya tak mendekati akhir tahun,” paparnya.

Dia pun berharap dinas terkait bisa menyiapkan antisipasi kemacetan jika jalur tersebut dibangun. Apalagi Jembatan Besi Sampangan merupakan jalur utama di wilayah itu yang setiap hari selalu padat lalu lintas.

“Antisipasi kemacetan harus diperhatikan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat sebelum proses pembangunan,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang