in

Jemaah Haji yang Sakit Dipulangkan lewat Jeddah

Pemulangan haji yang sakit melalui Bandara Jeddah. (Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, memulangkan haji yang sakit ke Tanah Air, melalui bandara Jeddah, Jumat (15/7/2022).

Haji pertama yang dipulangkan dalam kondisi sakit, adalah M Irsyad Bin Dahlan (61) asal Jakarta Pondok Gede (JKG) 01. Dia sebelumnya dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dengan diagnosis penyakit jantung.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan, dr Komaria SP JP yang mendampingi Irsyad selama perjalanan, mengatakan bahwa kondisi Irsyad stabil selama perjalanan dari KKHI menuju bandara jeddah

“Alhamdulillah pasien stabil walaupun 1 hari sebelumnya sedikit mengeluh sesak,” kata dr Komaria

Irsyad dibawa dengan Ambulans, dan setibanya di bandara, irsyad diserahkan kepada Tim Kesehatan Bandara.

Terus dimonitor kondisi kesehatannya hingga waktu penerbangan. Irsyad diterbangkan menuju jakarta dengan GA 7401 pukul 09.15 WAS bersama dengan jemaah haji JKG 01 lainnya.

Jemaah haji yang kondisinya tidak sehat, baik yang berada di kloter, maupun yang sedang mendapatkan rawatan baik di KKHI maupun RSAS, direncanakan untuk diikutkan dalam tanazul.

Yang bersangkutan akan dinilai terlebih dulu oleh dokter spesialis terkait penyakitnya, apakah layak ikut tanazul atau bisa pulang bersama kloternya (evakuasi). Jemaah haji yang telah disetujui tim akan melanjutkan proses pengurusan berkas dokumen.

“Termasuk kelengkapan ibadah, dokumen identitas berupa paspor, medif dari RSAS bagi yang tanazul,” kata penanggung jawab evakuasi, tim dokter KKHI Makkah dr. Andi PT, M.H.

Tim Tanazul juga berkoordinasi dengan Seksi Pelayanan Kepulangan Kemenag, untuk memastikan adanya kursi lowong di pesawat bagi jemaah tanazul.

Tanazul dan evakuasi diprioritaskan bagi jemaah haji yang transportable, yaitu pada saat tanazul dan evakuasi tidak memperberat kondisi fisik, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji.

Selama perjalanan, jemaah akan disertai dengan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan seperti oksigen, strecher, dan sebagainya. Jemaah juga akan didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter. Sesampainya di tanah air, yang bersangkutan akan diperiksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah asalnya.

Selain Irsyad, sedikitnya lima jemaah haji yang sudah melewati proses penilaian tim yang akan mengikuti proses evakuasi pada tanggal 16-18 Juli 2022. Sampai saat ini tim masih melakukan penilaian dan menerima usulan calon jemaah tanazul dari Kloter. Setidaknya sebanyak 51 jemaah yang saat ini masih dalam proses penilaian dan evaluasi.

“Sampai saat ini tim juga masih menerima usulan dari kloter, kami akan terus evaluasi” ujar dr Andi PT. (HS-08)

Polisi Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Lintas Provinsi dan Negara

Polsek Purbalingga Tangkap Tersangka Pelaku Penggelapan Sepeda Motor