in

Jelang Perayaan Imlek, Beberapa Tempat di Kawasan Pecinan Akan Ikut Meriahkan Pasar Semawis

Kawasan Pecinan Kota Semarang.

MENYAMBUT Tahun Baru Imlek 2575 yang jatuh pada 10 Februari kawasan Pecinan mulai bersolek. Mulai dari kegiatan bersih-bersih, menghiasi dengan lampion di beberapa sudut Pecinan, juga memasang patung Naga Kayu di gapura masuk. Nah, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk melihat tradisi Pasar Semawis di kawasan Pecinan Semarang. Tempat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Gedung Rasa Dharma

Gedung Rasa Dharma berada di Gang Pinggir 31 Semarang. Di dalam gedung Rasa Dharma ini merupakan tempat sembahyang mendoakan leluhur dari keluarga yang sudah meninggal. Nama-nama leluhur nampak dari sinci yang terpasang di altar sembahyang. Menariknya, di sana ada salah satu sinci bertuliskan nama KH Abdurahman Wahid. Nama Presiden ke-4 RI yang akrab disapa Gus Dur.

Sinci adalah papan kayu bertuliskan nama leluhur yang sudah meninggal dan diletakkan di altar penghormatan. Nama-nama yang tercantum dalam sinci akan selalu di doakan oleh mereka yang menghormatinya.

Di Perayaan Imlek tahun 2024 ini, gedung Rada Dharma akan digelar rangkaian dari event tradisi Pasar Semawis Pecinan.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim menjelaskan, bahwa tahun ini tak hanya di sepanjang Gang Baru dan Gang Warung, namun Pasar Semawis juga dilaksanakan di Gedung Rasa Dharma. “Nantinya, juga akan menggelar acara tradisi Tuk Panjang, yaitu makan di meja panjang dengan tokoh-tokoh dan warga Pecinan,” katanya, Minggu (4/2/2024).

“Ini sekaligus semawisan, Semawis akan lebih semarak dengan jamuan malam mejanya cukup panjang beberapa puluh meter untuk tokoh dan masyarakat, dan diharapkan pejabat, tokoh masyarakat, akademisi hadir juga,” paparnya.

2. Kelenteng Tay Kak Sie di gang Lombok

Kelenteng Kak Sie yang berlokasi di Gang Lombok ini merupakan keleteng terbesar di Semarang. Kerap menjadi tempat perayaan tahun baru Imlek, Kelenteng Tay Kak Sie ini menjadi tempat pemujaan dewa-dewi dari aliran Tao dan Konfusianisme. Selain itu, kelenteng yang cukup megah tersebut memiliki keindahan arsitektur yang bernilai sejarah.

Terlihat mencolok dengan patung sepasang naga dan simbol matahari pada bagian atap kelenteng. Kelenteng Tay Kak Sie juga kerap menjadi destinasi wisata religi karena termasuk kelenteng tertua di Semarang dengan dekorasi ornamen lengkap. Tradisi Imlek pun digelar di Kelenteng Tay Kak Sie dengan mengadakan Siang Sin Gitu Hok, Seng Sang Thian, dan Seng Xia Thian. Baru-baru ini juga digelar tradisi Ketuk Pintu, yakni berdoa meminta kelancaran dan kesuksesan untuk mengawali event Pasar Semawis saat Perayaan Imlek di tahun 2024.

3. Sepanjang Pasar Gang Baru sampai Gang Warung

Pasar Gang Baru Semarang merupakan merupakan pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan sehari-harinya. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, obat tradisional, hingga perlengkapan atau pernak pernik acara warga Tionghoa bisa ditemukan di pasar Gang Baru ini. Menjelang perayaan Imlek, gang Baru sampai Gang Warung akan dijadikan tempat event Pasar Semawis Pecinan pada 8 -11 Februari 2024. Biasanya banyak pedagang di sepanjang jalan tersebut dijajakan jajanan kaki lima, dan panganan khas Imlek seperti kue mangkuk wat kwee, kue keranjang, kue manis, terong susu dan hidangan kuliner lainnya.

4. Kelenteng Siu Hok Bio

Kelenteng Siu Hok Bio yang berada di Gang Baru, Wotgandul Timur, Kranggan, Semarang ini, merupakan kelenteng tertua di kawasan Pecinan Semarang. Kendati dengan luas bangunan sekitar 925 meter persegi, dan dihimpit oleh rumah toko (ruko), namun kondisinya masih terawat. Kelenteng ini telah berdiri sejak abad ke 17 dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Semarang. Bahkan, kelenteng Siu Hok Bio adalah salah satu dari sembilan kelenteng di Pecinan Semarang yang tetap digunakan sebagai tempat ibadah umat Tridharma secara terbuka saat masa Orde Baru (Orba). Sehingga kelenteng ini memiliki sejarah panjang bagi warga keturunan Tionghoa yang bermukim di Pecinan Semarang.(HS)

Mendekati Masa Tenang, Bawaslu Ingatkan Potensi Terjadinya “Money Politic’

Tanggapi Tingginya Indeks Kerawanan Pemilu, Wabup Kendal: Jangan Sampai Terjadi di 2024