Jelang Pemungutan Suara Pilwalkot Semarang, Disdukcapil Kebut Rekam E-KTP

Foto ilustrasi perekaman data E-KTP.

 

HALO SEMARANG – Jelang tahapan pencoblosan Pilwakot Semarang tahun 2020, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang terus mengebut pelaksanaan rekam data E-KTP atau KTP elektronik.

Untuk mengejar target itu, Dispendukcapil tetap membuka pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengurus pembuatan E-KTP di hari libur, yakni Sabtu dan Minggu.

Kepala Disdukcapil Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, saat ini terus melakukan perekaman data E-KTP bagi warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik. Dari data KPU, berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian untuk jumlah dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Semarang sebanyak 1.174.068 jiwa. “Dari jumlah DPT tersebut, sebanyak 4389 atau sebesar 0,37 persen belum melakukan perekaman E-KTP,” terangnya, Jumat (4/12/2020).

Saat ini, lanjut Adi, untuk memastikan data tersebut valid, pihaknya melakukan verifikasi di lapangan dalam waktu satu sampai dua hari ini.

“Setelah itu, datanya kembali ke kami, untuk memastikan data yang valid,” katanya.
Adi menerangkan, setiap hari pihaknya mampu melakukan perekaman data E-KTP sebanyak 800-900 orang. “Dan kemampuan merekam E-KTP itu didukung oleh 18 set alat perekaman data. Sedangkan untuk blangko E-KTP ada 51 ribu blangko untuk melayani masyarakat,” katanya.

Sebagai informasi, sebanyak 18.629 calon pemilih di Jawa Tengah hingga H-5 Pemilihan Serentak 2020 belum mendapatkan KTP elektronik. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan pada kabupaten/kota untuk memprioritaskanwarga belum mendapatkan E-KTP tersebut.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi hasil Penghitungan pada Pemilihan Serentak di Hotel Patra Semarang, Jumat (4/12/2020).

“Yang krusial hari ini adalah calon pemilih atau warga ada yang belum mendapatkan KTP elektronik, dan inilah tadi langsung kami perintahkan seluruh kabupaten/kota agar memprioritaskan mereka-mereka yang belum mendapatkan E-KTP, cetak segera, tunggoni (tunggui),” ucap Ganjar.

Laporan tersebut diterima Ganjar dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Yulianto Sudrajat. Menurut Ganjar, ada total sebanyak 18.629 calon pemilih atau warga yang belum mendapat E-KTP dan tersebar di 21 kota/kabupaten. Dua terbanyak yakni Klaten sebanyak 10.777 dan Kota Semarang sebanyak 2.793.

Kemudian Purbalingga 324, Kebumen 704, Purworejo 44, Wonosobo 172, Boyolali 74, Sukoharjo 48, Wonogiri 739, Sragen 391, Grobogan 158, Blora 56, Rembang 190, Demak 90, Kab Pekalongan 199, Kabupaten Semarang 229, Kendal 263, Pemalang 279, Kota Magelang 390, Kota Surakarta 169, dan Kota Pekalongan 540.

“Maka tadi langsung saya perintahkan semuanya untuk cek langsung dan lapor ke Gubernur tiap hari, perkembangannya di cetak berapa,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.