in

Jelang Pemilu, Ini Pesan Wamenag untuk Umat Khonghucu

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki, membuka kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Lintas Agama di Makassar, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki mengingatkan masyarakat, agar terus menjaga semangat persaudaraan dan persatuan, terlebih menjelang Pemilu 2024.

Menurutnya, Pemilu adalah momen lima tahun sekali, sedangkan persaudaraan dan persatuan harus dijaga selamanya.

Hal itu disampaikan Wamenag, saat membuka kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Lintas Agama di Makassar, baru-baru ini.

Giat ini digelar oleh Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu Kemenag, di Klenteng Ibu Agung Bahari, Kota Makassar.

Hadir para petinggi dan umat Agama Konghucu Provinsi Sulsel, serta pejabat Kemenag RI.

“Jangan nodai pesta demokrasi kita dengan pertikaian, ujaran kebencian, penyebaran berita hoax yang bisa menjadi bibit perpecahan di antara warga bangsa,” kata Wamenag, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurutnya, Indonesia terbentuk secara alami dari pluralitas dan akulturasi budaya, yang sudah inhern di masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Hal itu dibingkai dalam nilai Bhineka Tunggal Ika.

“Nilai dan sikap Bhineka Tunggal inilah kemudian menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia. Di sinilah pentingnya mempertahankan sikap moderat yang menjadi warisan leluhur bangsa kita,” ungkap Wamenag.

Keanekaragaman yang ada di Indonesia menjadi potensi besar dalam membangun bangsa.

“Tugas kita menjaga dan memelihara keragaman dan kerukunan, khususnya di bidang keagamaan, melalui Program Moderasi Beragama,” sebut Wamenag.

Wamenag juga mengingatkan indikator penguatan moderasi beragama, terdiri atas komitmen kebangsaan, anti kekerasan, sikap toleransi, dan penerimaan terhadap tradisi lokal.

Menurutnya, sikap ini penting untuk dijaga dan ditularkan seluas luasnya untuk mengikis sikap merasa paling benar, menutup diri dengan keberagaman, serta masuknya ideologi transnasional yang bertujuan mengganggu stabilitas dan keutuhan bangsa.

Menutup pesannya, meski juga belum waktunya, Wamenag mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat Konghucu.

“Semoga damai dan kasih senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghuchu Provinsi Sulawesi Selatan, Ferdi Sutono menyampaikan terima kasih kehadiran Wakil Menteri Agama, di salah satu Klenteng tertua di Sulsel dan Kota Makassar ini.

Ia berharap, perhatian yang diberikan Kemenag selama ini, bisa diberikan tambahan berupa kuantitas program dan kegiatan bagi umat Konghucu, khususnya di Sulsel.

Plt Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid melaporkan bahwa kerukunan umat beragama di Sulsel berada dalam kondisi yang stabil. Ini terbukti indeks Kerukunan Umat Beragama di Sulsel pada 2023 berada di atas angka rata-rata nasional, yakni 7, 91 poin.

Menurut Ali Yafid, umat Konghuchu di Sulsel berjumlah 3.251 orang. Selain itu, ada tiga sekolah minggu, serta tiga guru non ASN dan Penyuluh Agama.

Plt Kakanwil berharap umat Konghucu tetap berkontribusi positif bagi kerukunan dan harmoni umat beragama, khususnya di Sulsel. (HS-08)

Perkuat Sistem Peringatan Dini, Kemenag Gelar Seleksi Ratusan Aktor Resolusi Konflik

Jelang Lebaran, Satgas Pangan Polri Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok dan Berantas Penimbunan