in

Jelang Musim Hujan, Ini Imbauan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif.

 

HALO SEMARANG – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada September 2021 merupakan masuk awal musim hujan. Mengingat Kota Semarang termasuk daerah rawan bencana terutama genangan air atau banjir dan tanah longsor, sehingga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta masyarakat untuk selalu waspada.

“Agar masyarakat sedini mungkin bisa mengantisipasi jika terjadi bencana tersebut. Misalnya dengan melakukan kerja bakti/gotong-royong bersama di lingkungan masing-masing untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat,” katanya, Selasa (14/9/2021).

Lalu, kata Afif, untuk mencegah genangan air atau banjir, warga juga bisa membersihkan selokan, gorong-gorong dan saluran air dari tumpukan sampah yang seringkali menyumbat saluran. “Sehingga fungsi selokan dan gorong-gorong itu menjadi maksimal dan agar aliran air berjalan lancar,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Afif, guna mengantisipasi dampak musim hujan, yaitu warga ikut aktif dengan membuat sumur-sumur resapan untuk menampung air hujan.

“Yang tidak kalah penting warga bersama-sama gotong royong melakukan gerakan penghijauan di lingkungan sekitar. Karena dengan penghijauan seperti penanaman pohon untuk menyerap air, juga bisa berfungsi untuk memperkuat dinding tebing dan menghindari bencana tanah longsor,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno dalam rilisnya, Selasa (14/9/2021) juga memberikan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dari tanggal 14-16 September 2021 mendatang.

Dikatakan, hasil analisis dinamika atmosfer-laut, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya, seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

“Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut juga terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, yang mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat yang menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jawa tengah,” paparnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Ahmad Yani Semarang memprakirakan dalam periode tiga hari ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan Intensitas Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.

“Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem atau hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang. Serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” pungkasnya.(HS)

Share This

Gedung Pelayanan SKCK Sat Intelkam Polres Kendal Diresmikan

Ditresnarkoba Polda Jateng Bersama Bea Cukai Tanjung Emas Ungkap Dua Kasus Peredaran Narkoba