Jelang Libur Panjang Pekan Depan, Ini Pesan Kepala Dinkes Kota Semarang

Foto ilustrasi corona.

 

HALO SEMARANG – Libur panjang pekan depan merupakan gabungan antara tanggal merah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober, serta dua cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober.

Dengan demikian, ada libur pada Rabu, Kamis, dan Jumat yang menjadikan pekan depan libur panjang.

Mengantisipasi kebiasaan masyarakat yang suka melakukan perjalanan wisata untuk menikmati liburan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Hakam mengimbau agar warga Kota Semarang tetap menahan diri dan tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Libur panjang pekan depan mohon bisa dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat, terutama warga Semarang. Banyak istirahat di rumah saja dan olahraga agar tetap fit. Misal ingin beraktivitas, bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Seperti main game yang sekarang sedang nge-trend. Atau bisa juga menggeluti hobby baru dengan bercocok tanam, atau untuk ibu-ibu bisa memperdalam ilmu masak. Siapa tahu setelah jago masak malah bisa buka usaha makanan. Kan lebih bermanfaat,” terang dr Hakam.

Meskipun kasus Covid-19 di Semarang grafiknya mulai menurun seminggu terakhir ini, antisipasi penularan pasca libur panjang tetap dilakukan jajaran pemerintah Kota Semarang.

Terutama bagi para pendatang atau sebaliknya, warga Semarang yang melakukan perjalanan ke luar kota akan diskrining secara ketat.

“Tapi kalo bisa yasudahlah liburan tetap di dalam kota saja. Beberapa tempat wisata lokal sudah mulai dibuka dan menerapan protokol kesehatan kok. Nggak perlu jalan-jalan ke luar kota dulu. Masih banyak aktivitas yang bisa kita lakukan untuk mengisi libur panjang. Jika bosan beraktivitas di rumah boleh keluar sebentar, namun tetap menggunakan masker. Jangan lupa bawa handsanitizer dan pilih tempat-tempat yang tidak ramai atau banyak kerumunan. Berada di rumah sajalah cukup, tidak perlu berlebihan karena masanya saat ini masih prihatin,” tambahnya.

Saat ini Kota Semarang masuk kategori zona risiko sedang. Update data kasus terbaru per 22 Oktober pukul 15.00 WIB kasus aktif yang ada di Kota Semarang sejumlah 312 warga Semarang dan 113 luar Semarang. Sehingga total yang masih aktif saat ini 425 kasus dalam perawatan.

“Ada 12 indikator dalam perhitungan zonasi. Semarang sudah masuk zona risiko sedang saat ini, dan harus ditingkatkan menjadi zona risiko rendah atau warna kuning. Semoga libur panjang kali ini tidak berdampak pada penambahan kasus baru atau lonjakan. Sehingga berangsur-angsur Semarang bisa mencapai zona hijau segera,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.