Jelang Lebaran, Ojek Online Sepi Orderan

Pengemudi ojek online sedang mengantarkan pesanan melewati Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu, (5/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Hari Raya Idul Fitri adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Termasuk pengemudi ojek daring (online). Karena dipercaya selain antar penumpang, juga bisa menerima jasa antar paket.

Mendekati Lebaran misalnya, di berbagai daerah di Indonesia, pengemudi ojek online sering mengalami kebanjiran pesanan antar paket tak terkecuali Kota Semarang.

Salah satu pengemudi ojek online, Krisandy menuturkan, dulu dalam sehari, dirinya dapat mengantarkan hingga puluhan barang yang rata-rata adalah bingkisan Lebaran.

- Advertisement -

“Dulu ya sebelum Corona ada, sehari saya dapat mengantar 20 bingkisan Lebaran,” kata Krisandy kepada halosemarang.id, Rabu (5/5/2021).

Banjir order mengantar barang pada momentum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H kali ini sudah tak dapat dirasakan Krisandy. Pandemi Covid-19 telah merenggut perputaran perekonomiannya.

Saat ini, jerih payahnya mengendarai sepeda motor keliling Kota Semarang tak seperti dulu. Lebaran dalam hitungan hari, dirinya sama sekali belum mengantarkan pesanan antar paket.

“Belum mendapat order antar paket, tahun lalu H-5 baru dapat, tapi tidak tahu tahun ini. Sampai sekarang kok sepi-sepi saja,” tuturnya.

Krisandy telah memprediksi penurunan penghasilannya semakin menjadi. Yaitu larangan mudik Lebaran yang akan diterapkan pemerintah mulai tanggal 6-17 Mei yang mengancam penghasilannya.

“Ini antar barang belum ada, ditambah besok larangan mudik,” keluh Krisandy.

Hal tersebut juga diamini Dito, pengemudi ojek online lainnya di kawasan Jalan Lontar, Semarang Timur. Dito mengaku lebih sering mendapatkan pesanan untuk mengantar barang ke beberapa kawasan di Semarang.

“Sekarang belum ada orderan antar bingkisan Lebaran. Kalau dulu ya banyak banget yang diantarkan,” katanya.

Ditambahkan Dito, pendapatannya menurun sejak pandemi Covid-19. Tidak hanya jasa antar barang, antar penumpang juga mengalami penurunan yang signifikan.

“Sekolah juga tidak masuk, padahal anak sekolah itu yang melarisi saya,” imbuhnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.