Jelang Debat Pilbup Kendal, Ini Kata Ketua KPU Kendal

Foto ilustrasi Pilkada 2020.

 

HALO KENDAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal akan melaksanakan debat publik pertama Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kendal Tahun 2020 dengan tema “Mewujudkan Kendal Berkemakmuran Melalui Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Masyarakat yang Berkarakter”, Rabu (18/11/2020) pukul 19.00 s/d 21.00 WIB.

Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, pelaksanaan debat di masa pandemi ini, membuat pihaknya memperketat jumlah personel yang ada di dalam arena debat di ruang paripurna DPRD Kabupaten Kendal.

“Nantinya masing-masing pasangan calon hanya didampingi empat orang saja, sementara penggembira atau pendukung pasangan calon dilarang hadir di lokasi debat,” terangnya saat ditemui di kantornya, Selasa (17/11/2020).

“Dalam arena nanti, selain kru televisi yang menyiarkan langsung, ada petugas KPU Kendal, ketiga pasangan dengan didampingi empat orang saja. Kemudian jumlah personel keamanan juga kita batasi hanya ada empat orang. Sisanya akan berjaga di halaman dan depan gedung DPRD. Sedangkan untuk jurnalis kami batasi empat media saja,” jelas Hevy.

Ditegaskan, pembatasan ini dilakukan, dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan mengurangi jumlah kerumunan. Karena batas maksimal di dalam lokasi debat hanya 50 orang saja.

“Pintu gerbang kantor DPRD Kendal kami tutup dan dijaga ketat. Jadi baik pendukung paslon maupun masyarakat yang ingin menyaksikan, nanti kita sediakan layar lebar atau silakan menonton di rumah melalui TVRI Jawa Tengah mulai pukul 19.00 WIB,” tandas Hevy.

Meski demikian, dia mengimbau, lebih baik para pendukung paslon tidak mendatangi kantor DPRD Kendal untuk menyaksikan debat dan cukup melihat dari poskonya masing-masing, karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan massa.

Terkait dengan pembagian segmen debat, Hevy memaparkan, ada 6 segmen. Pertama, adalah pendahuluan, penyampaian visi misi program pasangan calon dengan durasi penyampaian dibatasi 2 menit.

“Kedua, pendalaman visi misi dan program. Paslon dipersilahkan menjawab pertanyaan dari tim penyusun yang disusun berdasarkan visi misi dan program dengan durasi menjawab dua menit,” imbuhnya.

Ketiga, ada undian untuk Paslon menjawab pertanyaan yang diberikan dari tim penyusun tentang isu-isu faktual permasalahan di Kendal, yang diperoleh dari masukan-masukan masyarakat dengan durasi menjawab dua menit.

Segmen empat, Paslon akan mengambil pertanyaan dari tim penyusun secara undian, namun undian ini dilakukan sebelum debat dimulai.

Untuk segmen lima, lanjut Hevy, Paslon akan saling bertanya sesuai dengan tema debat pertama, dan tidak boleh menyerang pertanyaan secara pribadi, serta wajib mentaati panduan pertanyaan yaitu moderator akan menghentikan pemaparan pasangan calon ketika waktu yang tersedia telah habis.

“Untuk segmen terakhir, nantinya dari Paslon, baik Bupati maupun Wakil Bupati Kendal, akan menyampaikan pernyataan penutup, dengan diberikan durasi waktu dua menit,” katanya.

“Dalam debat publik pertama ini, akan kami bekali dengan face shield, dan semua harus menerapkan protokol kesehatan. Dalam rangka pencegahan Covid-19,” pungkas Hevy.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.