in

Jauhi Indonesia, Choi-Wan Masih Tetap Berdampak

Sumber : BMKG.go.id

 

HALO SEMARANG – Siklon tropis Choi-Wan yang mulai tumbuh sejak beberapa hari lalu, Rabu (2/6) saat ini sedang bergerak menjauhi Indonesia.

Menurut informasi yang diirilis BMKG.go.id, hingga pukul 07:00 pagi tadi, Choi-Wan berada pada posisi 12.3 LU, 122.3 BT (sekitar 1.060 km sebelah utara barat laut Tahuna)

Siklon ini bergerak ke arah barat, dengan kecepatan 16 knots (30 km/jam), menjauhi wilayah Indonesia. Adapun kecepatan angin maksimum sekitar 35 knots (65 km/jam).

BMKG memprediksi, pada Kamis (03/06) pukul 07:00 WIB, Choi-Wan akan bergerak ke arah barat laut, dengan kecepatan 11 knots (20 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia.

Dengan pergerakan tersebut, Choi-Wan sudah akan berada pada 15.7LU, 119.5BT, atau sekitar 1.520 km sebelah utara barat laut Tahuna.

Siklon tropis Choi-Wan, memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Dampak tersebut antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Utara, angin kencang di Sulawesi Utara, gelombang laut dengan ketinggian 1.25 – 2.5 M di Perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Sorong, Perairan Manokwari, Peraian Biak, Perairan Jayapura – Sarmi, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Sementara itu sebelumnya, melalui BNPB.go.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga, terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam dua hari ke depan.

Hal tersebut berdasarkan analisis BMKG terhadap siklon tropis Choi-Wan yang dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sekitar wilayah Indonesia.

BMKG mengeluarkan pemutakhiran analisis wilayah dengan potensi tersebut, antara lain wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Maluku.

Di samping ancaman bahaya di daratan, potensi cuaca ekstrem juga dapat terjadi di perairan. Analisis cuaca BMKG mencatat potensi prakiraan tinggi gelombang pada dua hari ke depan sebagai berikut. (HS-08)

Share This

Airlangga Hartarto: Pembangunan Berkelanjutan Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Yoyok Sukawi Berharap Industri Sepak Bola Kembali Bergeliat