in

Jateng Tekankan Daya Tarik Wisata Terapkan QR Code Peduli Lindungi

Daya tarik wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang.

 

HALO SEMARANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng) menekankan penggunaan penggunaan QR Code Peduli Lindungi pada usaha daya tarik wisata.

Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata Disporapar Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan menjelaskan, langkah tersebut selain menjadi angin segar bagi pelaku dan pengunjung pariwasata juga merupakan wujud menekan penyebaran Covid-19.

“Untuk saat ini, di Jawa Tengah masih ada beberapa daya tarik wisata yang tutup dan buka terbatas,” jelas Riyadi kepada¬†halosemarang.id, Kamis (23/9/2021).

Ia menyebut, selama pelaksanaan simulasi pembukaan daya tarik wisata pada tahap pertama pertengahan bulan September berjalan lancar. Jateng, menurutnya menjadi kiblat percontohan dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Jawa Tengah menjadi pilot project percontohan untuk pembukaan daya tarik wisata dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba tahap pertama, terdapat empat daya tarik wisata di Jateng yang telah menjalankan. Di antaranya, Solo Zoo di Kota Surakarta, Grand Maerokoco di Kota Semarang, Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.

Pada tahap kedua simulasi pembukaan, pekan ini pihaknya mendapat kepercayaan untuk menambah empat destinasi wisata.

“Ada penambahan empat daya tarik wisata lagi di tahap ke dua, yakni Tirto Arum di Kabupaten Kendal, Lawu Park di Kabupaten Karanganyar, Loka Wisata Baturraden di Kabupaten Banyumas, dan Kitagawa Pesona Bali di Kabupaten Wonogiri. Baru minggu ini akan uji coba,” paparnya.

Berkaitan daya tarik wisata yang susah akses sinyal, Riyadi klaim telah berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng untuk memperbaiki jaringan.

“Sudah memperkuat jaringan kerja sama dengan Diskominfo, kalau masih tidak bisa kami lakukan cara manual,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengunjung dan pengelola daya tarik wisata untuk patuh pada aturan terbaru dalam dunia pariwisata. Pemahaman dunia pariwisata dibuka untuk pemulihan ekonomi harapnya dapat dipahami masyarakat.

“Ketika sedang mengunjungi daya tarik wisata dan bersamaan ada yang terpapar, secara otomatis akan ada notifikasi untuk melihat batasan kunjungan, dan melihat histori yang mengunjungi,” ujarnya.(HS)

Share This

Gunakan Yusril, Kubu Moeldoko Dituding Cari Pembenaran ke Mahkamah Agung

Antisipasi Klaster PTM, Siswa di Kendal Jalani Swab Antigen