in

Jateng Siapkan Skema Kepulangan PMI dari Malaysia

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jateng AB Rachman.

 

HALO SEMARANG – Kepulangan 7.200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia telah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Termasuk mengatur mekanisme sampai ke daerah asal PMI. Hal ini, menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Negeri Jiran tersebut.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jateng AB Rachman menyebut, terdapat sekitar 2.000 PMI asal Jawa Tengah dari total rencana yang akan dipulangkan.

“Pemerintah akan membantu kepulangan 7.200 PMI di Malaysia dari total terdapat 24 ribu PMI dari Indonesia. Kalau kita lihat PMI asal Jawa Tengah yang ada di Malaysia ada sekitar 2.000,” kata Rachman kepada halosemarang.id, Kamis (3/6/2021).

Menindaklanjuti kepulangan PMI, lanjut Rachman, pemetaan akan segera dilakukan dengan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Namun, dijelaskan Rachman, pihaknya belum menerima secara resmi terkait kepastian kepulangan PMI tersebut. Sehingga, pemetaan persiapan hingga kabupaten/kota belum dilakukan.

“Kemarin baru sekadar informasi kecil, belum membahas desain lebih lanjut,” jelas dia.

“Secara resmi data lengkap dari PMI belum kami terima, seperti nama dan asalnya. Biasanya baru kemudian menerima secara resmi H-seminggu,” imbuh Rachman.

Terlepas dari itu, kata Rachman, kepulangan PMI secara massal sudah sering terjadi. Menurutnya, kepulangan PMI di Jawa Tengah melalui perjalanan laut dan udara. Di mana kedatangan akan disambut di Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Internasional Ahmad Yani.

“Kami siap menerima kepulangan PMI dari dua jalur, yang pertama dari udara melalui bandara, dan laut lewat pelabuhan,” katanya.

Dijelaskan dia, Jawa Tengah tidak menyediakan tempat karantina bagi PMI. Karantina akan dilakukan terlebih dulu sebelum tiba di Jawa Tengah.

“Di Jawa Tengah tidak menyediakan karantina PMI. Kami menerima orang yang sudah bebas dari Covid-19,” jelas Rachman.

Rachman berharap, kerja sama dari semua pihak terkait kepulangan PMI dari Malaysia sampai ke daerah asalnya masing-masing.

“Mohon kerja samanya dari semua pihak soal kepulangan PMI ke kabupaten/kota itu. Kita akan kerucutkan kembali mendekati seminggu kepulangannya,” tandasnya.(HS)

Share This

Diduga Sakit, Pengendara Motor Meninggal Usai Jatuh Di Tanjakan Manyaran

33 Guru di Kota Pekalongan Positif Covid-19