in

Jateng di Rumah Saja, Malam Minggu Pedurungan dan Majapahit Tetap Ramai

Kendaraan berlalu lalang di Jalan Fatmawati, Kota Semarang, Sabtu (6/2) malam. (Foto : Margareta Mawardi)

 

HALO SEMARANG – Program Pemprov Jateng agar warga diam di rumah selama dua hari, nampaknya tak serta merta membuat jalanan di Kota Semarang, Sabtu (6/2) malam menjadi lengang.

Pada pagi hingga sore, ketika hujan terus menerus mengguyur Kota Semarang, arus lalu lintas di jalan-jalan memang berkurang dibanding biasanya.

Namun ketika malam menjelang, warga banyak yang mulai keluar rumah. Lalu lalang beragam jenis kendaraan pun terlihat di ruas-ruas jalan.

Pemandangan seperti itu, antara lain terlihat di kawasan timur Ibu Kota Jawa Tengah ini. Menurut pantauan sekitar pukul 19:00l, di Jalan Fatmawati beragam kendaraan dari arah Pedurungan ke Tembalang dan sebaliknya terlihat cukup ramai.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Majapahit, termasuk di traffic light perempatan Pedurungan ke arah barat. Ketika lampu pengatur lalu lintas menyala merah, aneka kendaraan mulai dari bus hingga sepeda motor, terlihat berhenti hingga mencapai lebih dari 200 meter.

Kendaraan berlalu lalang di Jalan Fatmawati, Kota Semarang, Sabtu (6/2) malam. (Foto : Margareta Mawardi)

Arus lalu lintas di Jalan Majapahit tersebut, nyaris tak ada bedanya dibanding hari-hari biasa. Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Kedungmundu dan Tentara Pelajar.

Sementara itu menurut pantauan Halo Semarang, sejumlah toko swalayan dan minimarket, hari itu memang tak beroperasi. Namun demikian tempat-tempat kuliner tetap buka.

Seperti restoran yang menjual ayam goreng di Pedurungan, malam itu juga tetap dikunjungi banyak orang. Demikian pula dengan resto bakmi dan bakso di Jalan Majapahit dan di Jalan Lampersari.

Wahyu (35) warga Pedurungan mengatakan program “Jateng di Rumah Saja” yang disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo sifatnya hanya imbauan. Karena itulah warga tetap keluar rumah untuk berbagai keperluan.

“Karena ini sifatnya imbauan, jadi warga tak terlalu memperhatikan. Mereka tetap banyak yang keluar rumah untuk berbagai keperluan. Saya dan keluarga, malam ini juga keluar untuk makan, beli pulsa, dan mengantar pesanan,” kata dia.

Pendapat senada disampaikan Sofi (22), warga Mangunharjo, Tembalang. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta itu, juga mengatakan malam itu pergi untuk makan malam dan mengerjakan tugas kuliah bersama teman.

“Kami bukannya tidak peduli. Kami terpaksa pergi karena ada yang harus dikerjakan. Tetapi kami juga berusaha menjaga diri, termasuk memakai masker dan mencuci tangan,” kata dia, sambil membetulkan letak masker yang semula hanya menutup dagu dan mulutnya. (HS-08)

Share This

Peduli Warga Terdampak Banjir, Relawan DIBAS Bagikan Seribu Paket Sembako

Bank Jateng Cabang Banjarnegara Distribusikan Zakat untuk 100 Mustahik