in

Jasamarga Tingkatkan Kualitas Pelayanan Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C

Demi meningkatkan dan menjaga keamanan serta kenyamanan, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Representative Office 2 Ruas Semarang Seksi A,B,C melakukan peningkatan kualitas pelayanan.

HALO SEMARANG – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Representative Office 2 Ruas Semarang Seksi A,B,C melakukan peningkatan kualitas pelayanan bagi pengendara yang menggunakan ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C.

General Manager Representative Office 2 Ruas Semarang Seksi A,B,C, Nasrullah menjelaskan, hal ini guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol. Empat bidang layanan yang selalu menjadi perhatian yaitu bidang layanan konstruksi, layanan transaksi, layanan lalu lintas dan layanan tempat istirahat,” ujarnya seperti keterangan yang diterima, Kamis (6/10/2022).

Untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada pengguna jalan Tol Semarang, Seksi A,B,C telah terhubung dengan Traffic Information Center dan terdapat 24 Variable Message Sign, 24 layanan informasi yang tersebar di lajur, On Ramp dan gerbang tol serta terdapat 59 buah CCTV untuk monitoring lalu lintas kendaraan. Selain itu juga melakukan pemenuhan CCTV lajur per 500 m dan pemasangan VMS Mobile di kendaraan Mobile Customer Service.

“Tidak hanya itu, PT JTT Representative Office 2 juga telah melakukan perawatan perambuan dan railing yang berada di sepanjang Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C,” jelasnya.

Pihaknya selalu memastikan kondisi jalan tol nyaman dan aman untuk dilalui. Berbagai upaya yang dilakukan yaitu melakukan monitoring terhadap kondisi permukaan jalan tol agar tidak terdapat lubang (Zero Potholes).

“Melakukan pemeliharaan rutin Scraping Filing dan Overlay, pekerjaan perbaikan lajur darurat, pemeliharaan Penerangan Jalan Umum dan penambahan kapasitas lajur pada Interchange Jangli,” paparnya

Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C juga telah melakukan perawatan drainase saluran median di KM 429+700 s.d KM 430+800, pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) KM 431+200 – 431+550, pemotongan rumput dan pemeliharaan sarana pelengkap jalan.

“Pelayanan Tempat Istirahat/Rest Area.
Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C memiliki rest area yang berada di KM 424 B. Rest area ini memiliki fasilitas 25 bilik toilet gratis, tempat parkir gratis dengan kapasitas 110 kendaraan serta tempat kuliner khas Semarang,” katanya.

Selama dilakukan aktifitas pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan kualitas layanan jalan tol, PT JTT memastikan keamanan bagi pengguna jalan dan pekerja dengan memasang perambuan di sekitar lokasi pekerjaan. Tak hanya itu Jasamarga juga mewajibkan para pekerja di lapangan untuk menggunakan alat pelindung diri serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lebih rinci, terkait 4 bidang peningkatan kualitas layanan di Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C diantaranya;

Pelayanan Transaksi

Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C mempunyai 9 gerbang tol yaitu Gerbang Tol (GT) Manyaran, GT Tembalang, GT Gayamsari, GT Muktiharjo, GT Srondol, GT Jatingaleh 1, GT Jatingaleh 2, GT Krapyak 1, dan GT Krapyak 2.

Kesembilan gerbang tol tersebut telah seluruhnya mengimplementasikan transaksi pembayaran secara otomatis. Untuk menunjang pelayanan transaksi, PT JTT Representative Office 2 telah melakukan penambahan kapasitas transaksi di Gerbang Tol Muktiharjo, pengadaan backup capture CCTV dan melakukan penyempurnaan sistem transaksi dari sistem tertutup ke sistem terbuka.

Pelayanan Lalu Lintas

Guna memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan tol, PT JTT Representative Office 2 menyiagakan pelayanan lalu lintas 24 Jam. Selain itu, PT JTT juga menyiapkan armada pelayanan operasional yaitu 3 unit Kendaraan Mobile Customer Service, 1 unit Ambulans, 4 unit Derek, 1 unit Rescue dan 2 unit Patroli Jalan Raya. (HS-06)

Ingatkan Netralitas ASN pada Pemilu 2024, 58 Pejabat Pemkot Purworejo Ikuti Sosialisasi

BNNP Jateng Bongkar Kasus TPPU dari Perkara Narkotika