Jargon Kendal Mendunia Dipakai Kandidat Lain, Ini Kata Mirna Annisa

Bupati Kendal, Mirna Annisa.

 

HALO KENDAL – Peringatan Hari Jadi ke-415 Kabupaten Kendal, Selasa (28/7/2020) lalu, memiliki semangat berbeda bagi Bupati Kendal, Mirna Annisa.

Meski masih dalam situasi pandemi, Mirna Annisa mengajak seluruh masyarakat Kendal untuk lebih semangat membangun, sehingga Kendal bisa mendunia.

“Ini sesuai dengan tema HUT kali ini, yakni Tetap Bersatu, Jadikan Kendal Mendunia,” ujara Mirna, Kamis (27/8/2020).

Belakangan, jargon tersebut sering disebut-sebut oleh bakal Calon Bupati Kendal, Dico M Ganindito, yakni “Bersama Untuk Kendal Mendunia”.

“Ya saya bersyukur punya ekspektasi Kendal mendunia itu sejak tahun 2018. Kalau ide yang original dipake untuk jargon kampanye pasangan calon lain, ya saya sih merasa bersyukur saja,” ungkap Mirna.

Dikatakan, mungkin yang dimaksud pasangan tersebut, statmen mendunianya berbeda dengan yang ada di dalam idenya.

“Mungkin beliau-beliau memiliki ide pengembangan yang berbeda. Kalau saya kan melihat dulu rencana pembangunan jangka panjang,” terang Mirna.

Dirinya mengaku, saat dulu Dico akan mencalonkan diri menjadi wakilnya, Mirna pernah bercerita kepada Dico perihal rencana Kendal mendunia tersebut.

“Ya saya gak tahu kalau sekarang dipakai jargon Kendal Mendunia itu. Tapi ya jangan dibilang kalau saya ditinggal loh ya apalagi ditulis cerai. Ada tuh salah satu media yang menulis,” ujar Mirna sambil ketawa.

Ditanya soal banyaknya pendatang dari luar Kendal yang ingin menjadi pemimpin di Kendal, Mirna mengaku tidak masalah.

Namun dirinya berpesan, dengan adanya calon dari luar daerah, tentunya harus dilihat maksud dan tujuannya.

“Para pendatang baru ini, apakah akan menjadi warga dan mengabdi sepenuhnya di tiga setengah tahun ini untuk Kendal, atau ada maksud apa nih,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Mirna juga menjelaskan perihal ada kalimat cerai dalam judul salah satu media.

Menurutnya itu kurang tepat karena baik dirinya maupun Dico belum ada kesepakatan antarpartai.

“Kita kan ibaratnya belum ada ijab kobul, apalagi sampai nikah. Kalau nikah berarti sudah ada komitmen. Dan kami belum ada komitmen, hanya sekadar berteman,” kata Mirna sambil tersenyum.

Ditanya soal sudah berpasangnya Dico dengan Basuki, menurutnya itu hal biasa dan wajar dalam politik. Karena pilihan ada di masyarakat.

Mirna juga mengaku dalam demokrasi yang terpenting suara rakyat, meski rekomendasi partai politik juga berperan penting.

“Jadi kalau Mas Dico menghendaki dengan Pak Basuki disepakati oleh partai-partai yang mengusungnya, ya tidak masalah. Itu adalah hak,” tandas Mirna.

Tapi yang tidak baik itu, lanjut Mirna, misalnya ada yang menghambat perjalanan seseorang untuk mendapat rekomendasi di tingkatan apa, dengan deal-deal melibatkan ketua umum, itu cara kolusi dan nepotisme.

“Jadi monggo kalau Mas Dico mau berteman dengan warga Kendal ya silakan. Sebagai hak individu beliau,” lanjutnya.

Ditanya, apakah dirinya tetap maju dan apakah ada partai yang mengusung, Mirna mengaku maju ataupun tidak itu tergantung masyarakat yang menilai.

“Kalau tidak ada partai yang mendukung saya, berarti partai-partai di Indonesia harus dipertanyakan. Karena partai adalah wujud konkrit daripada perwujudan demokrasi di Indonesia. Simbol konkrit lah, wadah konkrit lah,” jelas Mirna.

Sebagai penutup, Mirna juga menegaskan sudah ada beberapa partai yang akan mengusungnya nanti. Jadi saat ini dirinya hanya ingin fokus menghabiskan sisa-sisa tugasnya sebagai bupati sebelum nanti maju untuk periode berikutnya.

“Maju lagi atau nggak, kita lihat saja nanti,” pungkas Mirna.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.