Jarak Luncur Awan Panas Guguran Merapi Capai 1.300 Meter

Pantauan aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terus terjadi hingga hari ini, Jumat (9/4). (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan, menyusul aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Seperti disampaikan bnpb.go.id, disebutkan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan – barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih, sejauh maksimal 5 km. Adapun untuk lontaran material vulkanik, seandainya terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, juga diminta melakukan upaya-upaya mitigasi, dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.

Untuk masyarakat, diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Demi mencegah bahaya lahar hujan tersebut, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, dalam kawasan rawan bencana (KRB) III, juga direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata juga direkomendasikan untuk tidak berkegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

BPPTKG masih menetapkan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada level III atau β€˜siaga.’ Status ini ditetapkan sejak 5 November 2020 lalu, dan hingga kini belum dicabut.

BPPTKG Jumat (9/4) kemarin memantau terjadi guguran awan panas, yang mencapai jarak luncur 1.300 meter.

Berdasarkan pengukuran seismogram, awan panas guguran tercatat beramplitudo 20 mm dan durasi 111 detik. Jarak luncur mencapai 1.300 meter ke arah barat daya, sedangkan angin bertiup ke arah timur.

Awan panas guguran juga terpantau pada hari yang sama, pukul 17.07 WIB. Seismogram mencatat amplitude 16 mm dan durasi 107 detik. Jarak luncur pada waktu itu mencapai 1.800 meter ke arah barat, dan tiupan angin mengarah ke timur.

Sementara itu, pada Kamis lalu (8/4) gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini mengalami 2 kali gempa awan panas guguran, 127 kali gempa guguran, 7 kali gempa hibrida dan 1 kali gempa tektonik jauh. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.