Januari Hingga Juni, Lima Kasus Pencurian Dengan Pemberatan Ditangani Ditreskrimum Polda Jateng

Dirreskrimum Kombes Pol Wihastono Yoga dan para persangka saat konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu siang (16/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Periode Januari hingga Juni 2020, Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap lima kasus menonjol di Jawa Tengah. Terdiri dari pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas) berbagai modus yang terjadi wilayah hukum Polda Jateng.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto menyatakan, sejumlah kasus mulai pembobolan minimarket sampai perampokan toko emas berhasil diungkap oleh pihaknya. Dari lima kasus itu, barang bukti yang diamankan mencapai miliaran rupiah. Total tersangka yang diamankan mencapai 16 orang.

- Advertisement -

“Kasus pertama, curat spesialis minimarket dengan empat perkara, yaitu di Indomaret Banyumas. Pelaku berjumlah dua orang menggunakan modus mengancam dengan senjata tajam. Selanjutnya di Indomaret Gumilir dengan modus membobol ATM bank yang berlokasi di dalam Indomaret. Barang bukti yang diamankan uang tunai senilai Rp 1 miliar dari dalam mesin ATM,” ungkapnya saat konferensi pers di Lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu siang (16/9/2020).

Wihastono menambahkan, modus operandi di minimarket tersebut, para pelaku pura-pura membeli kemudian menyekap penjaga toko.

Selain di dua lokasi minimarket tersebut, lanjut Wihastono, juga terjadi di Alfamart Jalan Teuku Umar, Indomart di jalan Perintis Kemerdekaan Semarang.

“Modusnya mengancam dengan senjata tajam, barang bukti antara lain uang tunai sejumlah Rp 32,5 juta,” ujarnya.

Kasus selanjutnya, pemalsuan dokumen kendaraan bermotor oleh Trisna Hukmara di Desa Purbo Rt 04/Rw 03, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

“Petugas mengamankan barang bukti uang senilai Rp 433 juta, 11 unit mobil, 4 motor, 1 kulkas, 1 mesin cuci,” katanya.

Selain kasus curat, pihaknya juga mengungkap kasus pencurian spesialis kendaraan bermotor Mitsubishi L-300 yang terjadi pada Rabu (2/9/2020) di Kabupaten Demak.

Menurutnya, tersangka berjumlah enam orang dan tiga orang lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Pelaku memang spesialis mencuri mobil L-300 dengan alasan lebih mudah untuk dilakukan pencurian, dan daya jualnya lebih cepat. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 130 juta,” ujarnya.

Kasus yang diungkap selanjutnya yaitu perampokan di toko emas di Kabupaten Blora yang terjadi pada Sabtu (25/7/2020).

Menurut Wihastono, modusnya pelaku mengancam dengan senjata tajam dan memecah etalase dengan sabit dan mengambil emas. Kerugian ditaksir mencapai Rp 274 juta.

“Seperti yang banyak beredar di media sosial, pelaku langsung masuk dan menodongkan senjata tajam, pelaku ada tiga orang. Pelaku mengaku baru sekali melakukan perampokan,” ungkap Kombes Pol Wihastono.

Ditreskrimum Polda Jateng juga mengungkap Kasus perusakan pintu mobil dan pecah kaca pada Jumat (28/8/2020) di Rest Area Km 429 Ungaran dan Jalan Raya Wilkum Polres Ungaran. Adapun total kerugian mencapai Rp 2 juta.

“Pelaku yang kami ungkap ada tiga orang, dan akan dijerat dengan Pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujarnya.

Serta yang terakhir kasus pembobolan rumah kosong milik Rohman di Bawen Kabupaten Semarang pada (21/8/2020). Pelaku berjumlah 6 orang dan 1 masih DPO. “Satu pelaku masih buron,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.