in

Jangan Sama Ratakan Kemampuan Anak

Talkshow dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 PGRI, di Ballroom Hotel Pesona. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dalam program merdeka belajar yang dicanangkan Pemerintah Pusat, guru tidak boleh menyamaratakan kemampuan anak didiknya, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Soeroso, pada acara talkshow dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 PGRI, di Ballroom Hotel Pesona.

“Anak tidak boleh dibunuh keberaniannya, keunikannya, dan kreativitasnya oleh situasi apapun,” ungkap Soeroso, seperti dirilis jatengprov.go.id.

Menurut dia, tugas pendidik, adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan membentuk sikap. Peran guru ini, tidak dapat tergantikan, meskipun saat ini teknologi telah mempermudah metode pembelajaran.

“Guru dan pendidik tugasnya pada wilayah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pada pendidikan, penanaman sikap dan karakter anak tidak bisa digantikan oleh mesin, secanggih apapun teknologi tersebut,” imbuh Soeroso.

Dia berpesan, agar para guru dan tenaga pendidik tetap berbedikasi, berjuang, dan ikhlas untuk terus mengembangkan dan memberikan yang terbaik untuk pendidikan kota Pekalongan, termasuk belajar menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dia juga menambahkan bahwa seluruh sekolah di Kota Pekalongan, juga sudah ditetapkan sebagai sekolah ramah anak. “Ini upaya kami dalam rangka penguatan pendidikan karakter,” kata dia.

Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi, mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 para guru harus siap dan terus mengembangkan kompetensinya, tidak terkecuali dengan guru honorer yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pembelajaran. Sinergi antara orang tua dan guru juga sangat penting dalam keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Muhdi juga mengapresiasi atas inovasi penyelenggaraan PJJ melalui Batik TV dan Radio Kota Batik (RKB) RKB yang dilakukan oleh Pemkot Pekalongan bersama dengan PGRI.

“Kondisi saat ini memaksa kita semua untuk berubah, termasuk para pendidik. Dari awal guru yang tidak siap kemudian berubah menjadi siap, begitu pula orang tua. Kami optimis, untuk terus melakukan tugas sebagai guru,” beber Muhdi.

Juara Lomba

Di tempat terpisah, Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri SPd mengungkapkan, sebagai wujud apresiasi terhadap jasa guru sekaligus memperingati Hari Guru, PGRI Kota Pekalongan bersama dengan Dindik telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan menarik, yakni lomba konten video pembelajaran, PJJ di Batik TV dan RKB yang diikuti oleh semua guru dari jenjang PAUD formal atau nonformal sampai jenjang SMP/MTS, penggalangan donasi 1.000 unit gawai untuk siswa kurang mampu.

“Hingga saat ini sudah ada sekitar 190 (unit) gadget, kami akan terus galang donasi hingga akhir tahun 2020. Sesuai dengan tema yakni Kreativitas dan Dedikasi Guru untuk Indonesia Maju,” ujar Mabruri.

Ditambahkan, kreativitas diartikan pada masa yang sulit guru harus tetap mencari cara yang terbaru dan terbaik untuk mengatasi persoalan PJJ. Sementara, dedikasi dimaknai bahwa guru tidak boleh menyerah dan harus bekerja sama dengan orang tua untuk mengupayakan hak pendidikan anak,” terang Mabruri

Sebagai informasi, pemenang lomba Konten Video dalam PJJ melalui Batik TV dengan kategori Narasumber Terbaik adalah Cynthia Elfadinari (TK Islam Al azhar 63), Erine Rossi Y, (SDN Podosugih 01), Dyah Ayu N (SMPN 17). Kemudian, pemenang lomba konten PJJ audio melalui RKB yakni Fitriyah (TK ABA Kradenan), Resti Pramita dan Jauharul Ummah. Keduanya dari SMP Salafiyah.

Ada pun pemenang kategori Karya Terbaik Lomba Konten Video Pembelajaran jenjang PAUD Non-formal diraih oleh Elok Fitriyah (KB Annisa Jenggot), Yuliana (KB Annisa Jenggot), dan M Rosikhul Ilmi (PAUD Al-qur’an Azzahral. Pemenang kategori yang sama jenjang PAUD Formal (TK/RA) adalah Nurhasanah (RA Masyithoh 18 Bandengan), I’I Sri Mulyati (TKIT Ulul Albab 2), dan Fitriyani (TKN Pembina). (HS-08)

Share This

Pegiat Lingkungan di Pemalang Terima Sertifikat Proklim Utama

Laboratorium Kemiskinan Raih Penghargaan dari Kementerian PANRB