in

Jalur Tol Semarang-Jakarta Pengaruhi Penurunan Arus Mudik Jalur Bandara Ahmad Yani

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto saat diwawancarai wartawan, Rabu (22/5/2019).

 

HALO SEMARANG – Pembangunan jalan tol Semarang-Jakarta diprediksi akan mempengaruhi jumlah pemudik yang menggunakan jalur Bandara Ahmad Yani Semarang. Hal itu disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto saat acara Syukuran Gedung Kantor Administrasi Baru PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (22/5/2019).

Menurutnya, puncak arus mudik jalur penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang diprediksi terjadi pada H-3 dan H+7 Lebaran.

“Namun dengan adanya pembangunan tol Semarang-Jakarta, kami perkirakan akan ada menurunkan jumlah pemudik lewat jalur penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penurunan bisa sampai 10 persen dibanding Lebaran tahun lalu,” katanya.

Bandara Ahmad Yani Semarang sendiri, dengan sembilan maskapai penerbangan domestik dan tiga penerbangan mancanegara, diperkirakan bisa menampung sekitar 13 ribu penumpang/hari, dari kapasitas total 17 ribu/hari.

Pada hari biasa, jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani sekitar 7.000 penumpang/hari. Pada pertengahan puasa ini, sudah ada peningkatan jumlah penumpang yang mencapai 9.000 orang/hari.

“Kenaikan harga tiket pesawat memang berpengaruh beberapa bulan kebelakangan. Namun saat ini sudah mulai normal dan tak banyak berpengaruh pada arus mudik Lebaran. Yang mungkin akan berpengaruh adalah selesainya pembangunan jalur tol Semarang-Jakarta, karena kami prediksikan akan banyak pemudik yang akan menggunakan jalur darat melalui tol,” katanya.

Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang juga memperketat sistem keamanan jelang Lebaran ini. Sistem yang diterapkan adalah pengamanan random, dengan memeriksa mobil atau orang yang dicurigai membawa barang membahayakan atau dilarang.

“Kegiatan pengamanan kami ambil beberapa sempel. Namun wilayah Jateng termasuk tertib dan aman. Meski begitu kami tetap tingkatkan keamanan, termasuk di runwaynya kami perketat,” tegasnya.

Pihaknya juga akan mengantisipasi kedatangan para pemudik dari luar negeri, khususnya dalam pencegahan penularan penyakit dari luar negeri. Apalagi jelang Lebaran 2019 ini, akan banyak para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang pulang ke Semarang dan sekitar.

“Kami koordinasi dengan imigrasi dengan pemeriksaan yang sesuai prosedur, bukan mempersulit. Untuk pencegahan penyakit kami koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Bandara (KKP) Ahmad Yani Semarang. Karena itu kewenangan KKP. Kami juga memasang pendeteksi panas tubuh di pintu masuk/keluar bandara, dan ada tim medis beserta ambulan yang terkoneksi dengan Rumas Sakit Colombia, Semarang,” katanya.

Sementara mahalnya harga tiket pesawat di sejumlah maskapai penerbangan, membuat pemudik lebih memilih menggunakan jasa transportasi laut.

Kepala PT Pelni Cabang Semarang, Suprihatin mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat saat ini jadi pengaruh positif bagi Pelni. Dari perhitungan pihaknya, ada kenaikan sekitar 35 persen jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut, khususnya kapal Pelni. “Kami juga terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan yang makin baik bagi penumpang, seperti perbaikan fasilitas di kapal agar penumpang nyaman dan aman,” terangnya.(HS)

Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pilih Gunakan Kapal Laut

Peringati Nuzulul Quran, Hendi Ajak Warga Tetap Jaga Kondusifitas