in

Jalur Semarang-Kendal Sempat Macet Parah, Ini Penyebabnya

Truk trailer muatan besi mengalami masalah di depan pabrik besi PT Karang Surya Profilindo Jalan Walisongo 50 A, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (5/8/2021) sekira pukul 08.30 WIB.

 

HALO SEMARANG – Truk trailer muatan besi berhamburan di Jalur pantura, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, atau tepatnya di depan pabrik besi PT Karang Surya Profilindo Jalan Walisongo 50 A, Kamis (5/8/2021) sekira pukul 08.30 WIB.

Imbas dari kejadian tersebut, jalur pantura arah Timur menuju ke Barat atau Kendal ke Semarang macet hingga Terminal Mangkang, lantaran tubuh truk melintang menutupi seluruh badan jalan.

Mengetahui kejadian tersebut, polisi akhirnya memecah arus kendaraan ke jalur sebaliknya, sehingga arus tetap berjalan meski padat merayap.

Sementara itu, warga sekitar, Erwin menjelaskan, kemacetan arus lalu lintas terjadi hingga depan terminal Mangkang.

“Karena saya kerja dekat sini, terus tadi saya tanya pemotor macetnya sampai mana, infonya sampai depan Terminal Mangkang,” jelasnya.

Ia menyebut, kejadian yang menimpa truk bernomor polisi H-1941-BA itu disebabkan tali penahan muatan yang tak kuat atau terlalu lemah, dan akhirnya putus. Sehingga muatan besi tumpah ke jalan, dan truk tak bisa berjalan dan nyaris terguling.

“Truk keluar dari pabrik besi itu lalu belok ke arah kiri atau arah timur, tiba-tiba muatan tumpah semua,” bebernya.

Sedangkan Unit Lantas PT Siba Surya, Yose menjelaskan, seorang sopir truk tersebut diketahi bernama Bagus Rizki. Usai kejadian itu sang Sopir truk tengah berada di garasi sedang membuat laporan kecelakaan tersebut.

“Sopir dan kernet selamat. Kecelakaan murni kesalahan teknis di lapangan,” ujarnya.

Dia menyebut, kecelakaan bermula saat truk hendak mengirim barang ke sebuah pabrik besi. Namun, selepas sampai di dalam pabrik tersebut, pihak pabrik meminta truk agar menurunkan muatan di pintu B, artinya truk harus keluar pabrik untuk menuju ke tempat tersebut yang berada di sisi timur tempat pertama.

“Sopir sempat ragu karena menuju ke pintu B, melihat medan sulit berupa jalan menurun,” terangnya.

Keraguan sopir terbukti, ketika ia mengeluarkan truknya dari pabrik lalu berbelok ke arah timur truk muatan truk berupa besi panjang lantas tumpah ke sisi timur. Kemudian posisi terakhir truk melintang menutup seluruh badan jalan dan kabin truk mengarah ke timur.

“Muatan tidak overload, sudah sesuai, hanya saja kondisi medan jalan menurun dan membelok,” terang Yose.

Pengamatan di lapangan, kemacetan arus masih terjadi hingga pukul 11.45. Para petugas dari pabrik besi tersebut juga membantu melakukan evakuasi secara manual dengan cara menerjunkan tenaga bongkar yang memindahkan batangan besi satu persatu.(HS)

Share This

Bantu Masyarakat Saat PPKM, JAPFA Salurkan Makanan di Jateng dan Jatim

Pemerintah Lanjutkan Bantuan Kuota Internet dan Uang Kuliah