in

Jalur Kaligawe Kerap Tergenang, Ini Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang

Banjir di Jalan Kaligawe, Semarang, Selasa (9/4/2019).

 

HALO SEMARANG – Kawasan Kecamatan Genuk dan Kaligawe, Kota Semarang, Selasa pagi (9/4/2019) kembali terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi Senin (8/4/2019) malam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, banjir di kedua wilayah tersebut karena keberadaan rumah pompa Seringin yang belum maksimal.

“Untuk drainase dan saluran lain memang tidak ada masalah setelah ka,i lakukan pengecekan,” ujar Iswar, Selasa (9/4/2019).

Akibat kinerja pompa yang kurang maksimal tersebut, aliran air dari segala penjuru yang masuk ke Sungai Sringin meluap dan meluber hingga ke jalan raya.

“Perlu integrasi antara semua rumah pompa yang ada di sana. Padahal, beberapa rumah pompa yang lain seperti pompa Kalitenggang juga sudah berfungsi. Namun satu dari rumah pompa yaitu Sringin tidak berfungsi dengan baik, dan air akhirnya meluap ke jalan raya,” katanya sambil menjelaskan, bahwa penanganan rumah pompa Sringin dan Tenggang merupakan kewenangan dari BBWS Pemali Juana.

Sementara itu, sejak Selasa (9/4/2019) pagi, lalu lintas di sepanjang jalan Kaligawe digenangi air setinggi 40 centimeter. Kondisi tersebut tentunya mengganggu aktivitas pengguna jalan hingga mengakibatkan kemacetan sampai masuk ke wilayah Kabupaten Demak.

Pengguna jalan harus hati-hati dan ekstra waspada saat melintasi Jalan Raya Kaligawe menuju Genuk atau arah sebaliknya. Ratusan kendaraan terjebak macet, baik dari arah Jalan Raya Kaligawe, arteri Yos Sudarso maupun dari Sayung menuju Kaligawe.

Bahkan banyak kendaraan baik minibus maupun motor mogok di tengah genangan banjir. Sejumlah warga ikut membantu mendorongnya dari genangan agar kemacetan tak bertambah parah.

“Saya terpaksa lewat Kaligawe, ternyata terendam banjir. Tadi malam hujan deras sehingga terjadi genangan air yang terus meninggi,” ujar salahsatu pengendara, Karyadi, warga Demak.

Kondisi tersebut tentunya disayangkan oleh banyak pengguna jalan. Pasalnya, banjir terjadi saat jam-jam sibuk. Di mana banyak warga yang hendak pergi ke tempat kerja. Untuk titik yang paling parah tergenang banjir yaitu di depan Polsek Genuk.

Genangan banjir sampai di atas lutut orang dewasa. Beberapa kendaraan yang nekat menerjang akhirnya mogok di tengah jalan. Bahkan, karena kemacetan arus lalu lintas di kawasan Kaligawe dan Genuk , embuat sejumlah pengguna jalan memilih putar balik mencari jalur alternatif lain.(HS)

Hingga Lebaran, Smartfren Bidik Kenaikan Pelanggan Hingga 100 Persen

Jelang Ramadan Harga Bawang Putih Malah Naik