Jalan Sering Macet, Pemkab Boyolali Berencana Perluas Pasar Sayur Cepogo

Bupati Boyolali M Said Hidayat bersama Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan dan jajaran Pemkab Boyolali, meninjau lokasi proyek pembangunan pasar di Kota Susu itu. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemkab Boyolali berencana menggunakan sebagian lahan bekas pasar rakyat Cepogo, untuk dijadikan perluasan pasar sayur.

Perluasan perlu dilakukan karena jalan di depan Pasar Sayur sering mengalami kemacetan, akibat kendaraan yang melakukan bongkar muat.

Rencana itu disampaikan Bupati Boyolali M Said Hidayat, ketika bersama Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan dan jajaran Pemkab Boyolali, Rabu (17/3) meninjau beberapa lokasi proyek pembangunan pasar di Kota Susu itu.

Pasar sayur di Kecamatan Cepogo, yaitu di sebelah bekas pasar rakyat Cepogo, juga menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Hal itu karena setiap hari jalan di depan pasar sayur Cepogo, selalu macet  akibat antrean kendaraan pedagang yang keluar masuk pasar.

Selain itu juga penumpukan kendaraan, terjadi karena transaksi jual beli sering dilakukan dari mobil ke mobil, sehingga memperparah kemacetan di lokasi.

Untuk menyelesaikan masalah kemacetan di lokasi itu, Bupati Said merencanakan akan mempergunakan sebagian lahan bekas pasar rakyat Cepogo, untuk dijadikan perluasan pasar sayur.

Lahan yang dipergunakan adalah di sisi utara yang berdekatan dengan pasar sayur tersebut, sedangkan lahan yang berada di bagian selatan direncanakan akan dipergunakan untuk pembangunan ruang terbuka hijau.

“Sehingga parkirnya tidak di jalan, semua dapat masuk, sehingga lalu lintas dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Bupati Saidm seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali melalui Kabid Infrastruktur, Pembinaan dan Penataan Pedagang Aris Sulistyanto, bahwa sebagian lahan bekas pasar rakyat Cepogo yang digunakan akan dibangun menjadi satu los besar dan lahan parkir.

Pembangunan tersebut diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar dengan luas bangunan 1.192 meter persegi yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.

Ditambahkan olehnya bahwa los besar yang dibangun pada perluasan pasar sayur ini tidak diperuntukkan bagi pedagang baru, melainkan hanya untuk pedagang lama.

“Karena selama ini banyak pedagang yang tempatnya berada di posisi lahan parkir, dan untuk transaksi itu sekarang tidak turun tapi dari mobil ke mobil memungkinkan dilakukan di situ,” tandas Aris. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.