Jalan Di Truko Ambles, Diduga Akibat Pipa PDAM Yang Bocor

Jalan yang ambles di Desa Truko, Kecamatan Kangkung.

 

HALO KENDAL – Warga RT 01 RW 03 dan RT 01 RW 1, Desa Truko, Kecamatan Kangkung dikagetkan dengan amblesnya jalan di wilayahnya. Pasalnya hujan yang sudah mulai reda, justru tanah yang juga tanggul Sungai Blukar tergerus air dan ambles 1,5 meter.

Kepala Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Nur Mukton mengatakan, jika tanah yang ambles diduga karena ada pipa PDAM yang pecah sehingga menggerus tanah.

“Saya menduga amblesnya tanah karena pipa PDAM pecah sehingga air terus mengalir deras sehingga lama-lama longsor dan ambles,” ungkapnya.

Dikatakan, lokasi ambles terakhir terjadi tahun 2007 dan sudah dibronjong untuk menahan longsor. Namun setelah itu tidak pernah longsor atau banjir.

“Panjang jalan yang ambles 100 meter, dan ini praktis tidak bisa digunakan. Saat ini kami sedang meminta kepada PDAM dan juga PSDA untuk menangani tanah yang ambles tersebut,” lanjutnya.

Kepala Dusun Krajan Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Yusro juga mengungkapkan hal yang sama.

“Kami menduga pipa air PDAM yang bocor dan menggerus bagian bawah jalan beton sungai,” ujarnya.

Menurutnya ambles terjadi pada empat hari terakhir namun paling parah Kamis pagi.

“Tanah amblas terjadi Kamis dinihari, tidak ada suara gemuruh namun pagi-pagi sudah ambles seperti ini,” ujar Yusro.

Salah seorang warga, Adi Prasetyawan, yang rumahnya berada paling dekat dengan jalan mengaku jika sebelum ambles tidak ada keretakan.

“Kalau penyebab amblesnya saya tidak tau, hanya terlihat beberapa hari petugas PDAM ada disekitar rumah, kalau tanda-tanda akan ambles tidak ada,” ungkapnya.

Petugas PSDA Provinsi Jateng, Hadi Ristanto menjelaskan, jika jalan beton yang retak sebenarnya adalah zona merah Sungai Blukar.

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan, di antaranya gerusan air sungai juga bocornya PDAM. Namun pihaknya akan melakukan pengkajian.

“Kami akan menginventarisir dan menganalisa penyebabnya dan mengambil beberapa dokumentasi untuk kami laporkan,” ujar Haris.

Sementara itu, Kasubag Penertiban PDAM Tirto Panguripan, Mahwat saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa air yang bocor bukanlah penyebab.

Dirinya mengakui jika pipa PDAM sudah mengalami kebocoran sejak tiga hari terakhir.

“Pipa bocor sudah tiga hari ini, dan itu terjadi karena tanah yang ambles sehingga menarik pipa dan terjadi kebocoran,” terang Mahwat.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.