in

Jahe Rempah Makin Diminati Saat Masa Pandemi

Wabup Kendal, Windu Suko Basuki saat mengunjungi Kedai Jahe Rempah Mbah Kung di Kebonharjo, Patebon, Rabu malam (6/10/2021).

 

HALO KENDAL РWedang rempah adalah minuman tradisional mengandung tinggi antioksidan dan dapat digunakan sebagai imunomodulator. Dan di situasi pandemi Covid-19 ini wedang rempah dapat dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif.

Imunomodulator adalah zat atau substansi yang dapat memodifikasi respons imun dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adaptif, seperti mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu.

Artinya, dengan mengonsumsi imunomodulator, maka akan mengembalikan keseimbangan sistem imun yang terganggu.

Melihat peluang tersebut, membuat Unggul Priambodo, salah seorang jurnalis yang bekerja di wilayah kabupaten Kendal, untuk membuka kedai kecil-kecilan yang menjual wedang rempah.

Ia meresmikan usaha jahe rempah yang diberi nama “Mbah Kung”, Rabu malam (6/10/2021), yang berlokasi di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kendal.

Tak tanggung-tanggung, acara pembukaan kedai jahe rempah, yang dihadiri rekan-rekan jurnalis tersebut, juga dikunjungi Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Kendal memberikan apresiasi kepada Unggul, yang sudah mencoba usaha di luar aktivitasnya sebagai jurnalis.

“Wedang jahe rempah memang banyak dicari warga saat pandemi. Karena bahan-bahan yang dipercaya bisa menangkal berbagai penyakit termasuk corona. Makanya saya tertarik untuk mencoba jahe rempah Mbah Kung ini,” ungkap Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki yang hadir untuk mencoba sajian jahe rempah di kedai rempah “Mbah Kung”, Rabu malam (6/10/2021).

Dirinya berharap, apa yang dilakukan Unggul ini, bisa ditiru oleh rekan-rekan jurnalis lainnya, untuk membuka usaha demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Saya salut apa yang dilakukan wartawan yang mau merintis usaha. Ya di tengah pendemi kita harus pandai-pandai mencari terobosan dan solusi untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Agus Umar, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kendal. Menurutnya apa yang dilakukan Unggul ini bisa memotivasi teman-teman wartawan lain, untuk bisa membuka usaha.

“Jangan karena pandemi terus kita menerima keadaan. Kita harus terus berusaha untuk hidup. Selain tugas sebagai jurnalis, namun juga bisa membuka usaha yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik kedai sekaligus jurnalis Kendal, Unggul Priambodo mengatakan, usaha ini memang warisan dari kakeknya yang bernama Romlan, yang dulu berjualan di daerah Kebumen.

“Karena bapak saya tidak mau meneruskan usaha kakek, maka akhirnya saya mencoba untuk melanjutkannya,” ungkap Kak Ung, sapaan akrabnya.

Disebutkan, untuk harga Jahe Rempah komplet, ia mematok harga Rp 10 ribu per gelas. Untuk racikan jahe rempahnya sendiri, terdiri dari, jahe, kapulogo, kayu secang, daun jeruk dan daun pandan dan lain-lain.

“Bagi yang penasaran sekaligus ingin mencoba, bisa mendatangi Jahe Rempah Mbah Kung di depan gapura Desa Tambakrejo, Kecamatan Patebo,” ujarnya.

Ke depan dirinya juga akan menggandeng warga sekitar, untuk menitipkan produk usaha di kedai miliknya.

“Terima kasih pak Wabup dan pak Kalapas Terbuka Kendal, serta seluruh teman-teman jurnalis, atas kerawuhannya di kedai kami. Mohon doanya dari panjenengan semua, semoga usaha ini lancar dan berkah,” pungkas Kak Ung.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (7/10/2021)

Masih Ada Kendala, Posko Pengaduan Pedagang Johar Dibuka Sampai Perpindahan Pedagang