Jaga Warga, Lazisnu Jateng Beri Layanan Kesehatan Gratis Berkeliling

Kadinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam dan Ketua Laziznu Jateng, M Mahsun serta anggota DPRD Kota Semarang M Sodri menyapa para petugas medis yang memberi pelayanan kesehatan gratis.

 

HALO SEMARANG – Prihatin atas penyebaran wabah corona yang belum mereda, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi keliling kampung untuk menjaga warga.

Baik warga nahdliyin maupun masyarakat umum.

Aksi keliling kampung ini berupa layanan kesehatan gratis, setiap dua minggu sekali yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

Aksi pertama dilaksanakan di Kota Semarang, Minggu (20/9/2020). Menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang, Lazisnu Jateng memberi layanan kesehatan gratis di untuk warga di Gedung Pengurus Ranting NU Keluruhan Penggaron Lor Jl Mawar, Penggaron Lor, Genuk, Kota Semarang.

“Alhamdulillah, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kota Semarang, hari ini kita buka layanan kesehatan untuk masyarakat. Aksi ini akan kami lakukan terus-menerus secara berkeliling,” tutut Ketua Lazisnu Jateng, Muhammad Mahsun saat memberi sambutan di lokasi acara.

Dalam aksi ini Lazisnu membawa satu uni mobil pelayanan kesehatan beserta personelnya. Sedangkan Dinas Kesehatan Kota Semarang menghadirkan satu mobil Puskesmas Keliling dan tenaga medis lengkap dari Puskesmas Genuk dan Puskesmas Penggaron Lor.

Masyarakat antusias menyambut aksi Lazisnu ini. Sejak tiga hari sebelum acara, panitia menerima pendaftaran 500 orang. Karena diwajibkan mengikuti protokol pencegahan Covid-19, panitia membatasi penerimaam hanya 150 orang.

Teknis pelayanannya pun dibagi. Yakni 50 orang diminta hadir pukul 08.00, 50 orang lagi diminta datang pukul 09.00, dan 50 orang berikutnya dibolehkan masuk pukul 10.00.

“Kami terpaksa membatasi peserta. Karena harus mengikuti protokol pencegahan,” terang Mahsun didampingi Anggota DPRD Kota Semarang, M Sodri.

Tak lupa Mahsun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan yang membantu fasilitasi aksi Lazisnu tersebut.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan akan terus membantu dan bekerja sama dalam pelayanan kesehatan.

Diterangkan, Dinkes sangat serius menangani wabah corona. Rumah Dinas Wali Kota, kata Hakam, telah mejadi tempat karantina untuk warga yang hasil swab test-nya positif Covid-19.

Ribuan orang telah dirawat dan hingga sembuh dan dibantu berobat ke rumah sakit.

Karena Covid-19 belum ada obatnya, lanjut Hakam, maka setiap orang harus berupaya mencegah.

Ia mengimbau warga disiplin memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak bila bersama orang banyak.

Hakam yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama ini memaparkan, kebanyakan pasien Covid-19 yang sulit sembuh adalah orang yang kebanyakan pikiran.

“Padahal itulah yang menurunkan daya tahan tubuh. Menurunkan imunitas. Karena itu semua orang harus tenang, damai, jangan kebanyakan pikiran.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.