Jaga Ketahanan Pangan, Petani Losari Brebes Tanam Pisang di Sawah

Acara Panen Pisang dan Padi Ubinan di Desa Randusari yang dihadiri Bupati Brebes, Idza Priyanti, Selasa (25/8/2020). (Foto dari web resmi Pemprov Jateng, jatengprov.go.id).

 

HALO BREBES – Masyarakat Desa Randusari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes memiliki ide inovatif untuk menjaga ketahanan pangan, yakni penanaman pohon pisang di area persawahan.

Berbagai jenis pisang ditanam secara massal di lahan warga dengan total luasan mencapai 151 hektare.

Seperti dilansir jatengprov.go.id, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan, jumlah luasan lahan tanaman pisang di Brebes mencapai 525 hektare yang tersebar di 17 kecamatan.

Penanaman pisang dilakukan oleh berbagai kelompok tani, di antaranya lahan pertanian Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Fadilah Desa Randusari, Kecamatan Losari Brebes.

Khusus di wilayah Kecamatan Losari, katanya, hasil panen pisangnya mencapai 1.106 ton yang berasal dari sejumlah desa, yakni Desa Kedungeneng, Kalibuntu, Babakan, Randusari, Bojongsari dan Rungkang.

Sementara, total produksi tanaman pisang di Kabupaten Brebes mencapai 9.595 ton. Tak heran, Desa Randusari menjadi salah satu sentra, sehingga desa tersebut mampu menghasilkan komoditas pisang yang bisa dikirim ke berbagai daerah.

Pihaknya pun terus melakukan pembinaan terhadap para petani pisang, dari mulai pelatihan cara budi daya, pemberian bibit, hingga pemasaran produk.

Menurutnya, hasil panen tanaman pisang di Brebes telah memenuhi kebutuhan lokal, bahkan dipasarkan hingga ke wilayah luar Brebes.

“Saat ini pemasaran sudah sampai ke Bandung dan beberapa daerah tetangga. Ke depan, kami akan tetus berupaya meningkatkan produksi ini,” ucap Yulia saat mendampingi Bupati Brebes pada acara Panen Pisang dan Padi Ubinan di Desa Randusari, Selasa (25/8/2020).

Bupati Brebes, Idza Priyanti mengatakan, berbagai jenis tanaman pisang yang dibudi dayakan oleh para petani Losari, antara lain pisang raja nangka, raja bulu, rmas kirana, kepok kuning, dan pisang ambon.

Dengan peningkatan kualitas dan olahan yang bagus, kata Bupati Idza, komoditas tersebut bisa menembus pasar ekspor.

”Langkah masyarakat Losari memang jempolan, bisa ngirim pisang ke berbagai daerah. Mudah-mudahan nanti bisa ekspor pisang juga yah. Eksportir holtikultura di Brebes sudah ada, sehingga kemungkinan bisa ekspor pisang bukan hal yang mustahil. Seperti pasta bawang merah Brebes sudah berjalan ekspornya ke Arab Saudi dan bawang putih juga dilakukan ekspornya melalui Brebes,” puji Bupati Idza.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.