Jadi Smart City, Pemkot Semarang Akan Integrasikan Semua Data CCTV di Command Centre

Kegiatan Workshop Smart City untuk Wartawan Balai Kota Semarang yang digelar Dinas Komunikasi, Infomatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang di Hotel Trio Frontone Resort, Magelang, Jumat-Sabtu (26-27/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Untuk menjadi Smart City, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di tahun 2021 ini akan mulai mengintegrasikan semua perangkat IT berupa Closed-Circuit Television atau dikenal dengan CCTV ke dalam satu data centre.

Diharapkan, dengan adanya data centre berbasis elektronik ini dapat dijadikan “big data” analitik untuk memprediksi perilaku masyarakat di suatu wilayah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, nantinya, fungsi dari CCTV tak hanya agar kota jadi aman, namun fungsinya akan dibuatkan analitik. Sehingga dari hasil analitik CCTV ini bisa menampilkan data untuk memprediksi perilaku masyarakat.

“Saat ini yang baru kita buat data berkaitan dengan sampah, parkir liar, genangan, tren kunjungan wisata dan penggunaan masker di lingkungan masyarakat. Selanjutnya, data analitik akan kita tambah lagi sesuai kebutuhan Pemkot,” terangnya saat membuka kegiatan Workshop Smart City untuk Wartawan Balai Kota Semarang di Hotel Trio Frontone Resort Magelang, Jumat (26/3/2021).

Sesuai dengan timeline Smart City Kota Semarang, di tahun 2019 lalu merupakan pengembangan 10.000 CCTV. Dilanjutkan Tahun 2020, dengan pengembangan Big Data Analitic yang diintegrasikan ke dalam situasi room di Balai Kota Semarang.

“Rencana tahun 2021, Pemkot Semarang akan menambah sebanyak 293 unit CCTV di RT. Dan satu unit monitor di semua RT Kota Semarang. Dengan total anggaran mencapai Rp 15 miliar,” imbuh Bambang.

Setelah semua CCTV tahun 2021 ini yang telah terpasang, kata dia, akan diintegrasikan datanya semua ke dalam command centre yang rencananya dibangun tahun 2021 ini juga.

“Command centernya baru dilelang tahun 2021 ini juga. Harapannya, semuanya bisa memunculkan data baik untuk kerumunan orang, kondisi lalu lintas, dan penggunaan masker masyarakat secara real time,” terangnya.

Memang, untuk pengembangan data centre ini, lanjut dia, Pemkot Semarang membutuhkan selver besar. Dan juga membutuhkan anggaran yang besar untuk pengadaan infrastruktur dan perangkat teknologi informasi.

Adapun total investasi mencapai Rp 27 triliun. Sehingga pemkot harus melakukan kolaborasi dengan pihak swasta dan pengelola perhotelan dan stakeholder lainnya secara bersama-sama pengembangan Smart City.

Apalagi, Pemkot Semarang kini sudah memiliki payung hukum berupa Perwal Nomor 5 tahun 2019 tentang penyediaan dan pemasangan CCTV. Yang mana di dalam Perwal ini pemerintah bisa mengajak atau kolaborasi dengan pengelola hotel maupun pemilik telekomunikasi/swasta.

“Untuk memantau situasi keadaan melalui CCTV yang dimiliki jika di sekitar tempatnya tersebut, muncul kerawanan, seperti aksi balap liar, dan mendeteksi jika terjadi genangan di jalan,” terangnya.

Kepala Bidang Layanan e -Goverment Diskominfo, Arif Budiman mengatakan, penyediaan dan pemasangan CCTV tak hanya pihak swasta, tapi juga semua OPD bisa melakukannya.

Misal di tempat wisata, pasar tradisional, tentunya penyediaannya dalam hal itu adalah pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata maupun Dinas Perdagangan.

Ada beberapa CCTV yang dipasang di rumah pompa dan pasar, itu milik Diskominfo. Padahal sebenarnya, penyediaan CCTV ini masing-masing dinas bisa mengadakan sendiri, untuk mengetahui tingkat kunjungan wisatawan hingga situasi di dalam pasar.

“Nantinya, setelah CCTV-nya terpasang baik dari pihak pengelola/swasta dan dinas, tugas kami adalah mengintegrasikan semuanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang, Tutuk Toto Carito mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Diskominfo yang memfasilitasi kegiatan ini.

“Semoga kerja sama terus berlanjut, Forwakot prinsipnya mendukung program dari Pemkot. Melalui, kegiatan workshop Smart City ini, sangat penting untuk disosialisasikan kepada pewarta sehingga bisa disebarkan ke masyarakat luas,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.