in

Jadi Role Model Pengelolaan Pekerja Migran, Disnaker Jatim Dikunjungi DPRD Jateng

Komisi E beserta jajaran Diskanertran Jatim saat kunjungan kerja.(Foto: DPRD.Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemprov dan DPRD Jawa Timur memberikan perhatian kepada pekerja migran Indonesia asal daerah itu, yang banyak menjadi asisten rumah tangga atau pekerja kasar di negara lain.

Karena itu diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia para calon pekerja migran, agar mereka bisa memperoleh posisi pekerjaan yang lebih baik.

Dia menilai sudah saatnya tenaga migran bisa menempati posisi pekerjaan yang di luar negeri. Karena itu diperlukan sebuah program khusus, untuk membekali para calon pekerja migran tersebut dengan pengetahuan dan keterampilan, agar dapat bersaing dengan tenaga lain di luar negeri.

“Dari tahun ke tahun, tenaga migran asal kita, hanya menempati posisi yang sama yaitu tenaga kasar dan itu sangat memprihatinkan. Terlebih lagi banyak yang dipulangkan atau dideportasi karena masalah prosedural, kami bersama-sama dengan lembaga legislatif merancang berbagai program pembekalan sehingga bisa mencetak tenaga migran dengan kualitas SDM mempunyai daya saing,” terang dia, seperti dirilis DPRD.Jatengprov.go.id, Senin (24/5).

Keprihatinan atas kondisi pekerja migran asal Jawa Timur tersebut, diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo ketika menerima kunjungan rombongan Komisi E DPRD Jawa Tengah, di Kantor Disnakertrans Jatim, Surabaya, Kamis (20/5) lalu.

Kunjungan Komisi E DPRD Jateng tersebut, dalam rangka untuk mengetahui upaya yang telah dilaksanakan Disnakertrans Jatim, yang menjadi role model pengelolaan pekerja migran Indonesia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen selaku pimpinan rombongan, memberikan apresiasi kepada Disnakertrans Jatim. Menurut dia, langkah-langkah yang dilakukan Disnakertrans Jatim, adalah tepat sebagai lembaga penguatan ketenagakerjaan.

Balai Latihan Kerja (BLK) di Jatim memberikan pelatihan secara terstruktur dan adanya dorongan pendanaan lewat APBD membuat sektor tenaga kerja lewat Disnaker bisa menghasilkan tenaga dengan SDM unggulan.

“Disnakertrans mempunyai langkah-langkah sebagai pondasi penguatan ketenagakerjaan, karena ini merupakan sektor sangat penting yang kadang terlihat diabaikan. Disnakertrans Jatim melalui BLK yang tersebar di beberapa kabupaten kota memberikan pelatihan-pelatihan dengan materi ter-update,” harap politikus F PKB itu. (HS-08)

Tingkatkan Kedisiplinan Prokes, Petugas Gabungan Intens Gelar Operasi Yustisi dan Bagi Masker ke Warga

Ajak Umat Beragama Doa Untuk Perdamaian di Palestina