in

Jadi Pilot Project Pengembangan Ekonomi, Ponpes Darul Abror Boyolali Panen Melon

Panen perdana melon di lahan milik Ponpes Darul Abror Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Bank Indonesia berharap para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Abror, di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, dapat meningkatkan pengetahuan kewirausahaan.

Harapan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo, ketika hadir dalam acara panen perdana melon varietas Alina, di Ponpes Darul Abror.

Sebelumnya, BI menjadikan pesantren yang memiliki 200 santri tersebut, sebagai proyek percontohan pengembangan ekonomi. Dalam program tersebut, BI membantu Ponpes Darul Abror, dalam bidang pertanian yang sudah dikembangkan sejak 2015.

Selama ini ponpes tersebut menghadapi berbagai kendala, yakni keterbatasan peralatan mesin pertanian untuk mengolah lahan, irigasi, dan serangan hama tanaman.

Untuk mengatasi masalah tersebut, BI membantu pembangunan green house seluas 300 meter persegi, yang didalamnya terdapat demplot uji coba pengembangan 500 batang melon varietas Alina.

Diberikan pula sarana dan prasarana irigasi, serta pengadaan alat pertanian, termasuk 1 unit cultivator.

Penanaman melon di demplot tersebut ternyata membuahkan hasil. Sebanyak 500 batang melon varietas Alina yang mulai disemai Januari 2022 lalu, kini sudah masak dan dapat dipanen secara optimal.

Ponpes tersebut juga dapat memetik berbagai manfaat. Para santri dapat meningkatkan pengetahuan kewirausahaan di bidang pertanian. Adapun ponpes dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas pendidikan.

“Jadi tujuannya pesantren makin maju secara keuangan, mandiri, membiayai proses belajar mengajarnya, dan para santrinya dapat belajar berwirausaha. Jadi ngaji fikih, tapi juga ngaji sugih (kaya),” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono, menyampaikan terima kasih kepada BI.

Menurut dia, Pemkab Boyolali juga akan mensinkronisasi dan mereplikasi inovasi tersebut, untuk diterapkan di wilayah lain.

“Moga-moga ngaji untuk melon ini khatam, berkah, manfaat bagi kita semua dan masyarakat ke depan sebagai salah satu ilmu yang kita dapatkan di pondok pesantren.” katanya.

Sementara itu, pimpinan Ponpes Darul Abror, Abdullah Hafid mengungkapkan rasa terima kasih atas adanya program pengembangan ekonomi pesantren tersebut. Lahan yang mulanya tidak terpakai di pesantren Darul Abror, menjadi lebih produktif bagi para santri, terutama bagi santri Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga mereka memiliki pengetahuan lain seperti ilmu pertanian.

“Jadi dengan belajar edukasi pertanian itu mereka jadi punya bekal. Dia bisa berjuang di masyarakat, mengamalkan ilmunya sambil bekal ilmu pertanian diterapkan di kampungnya masing-masing,” kata dia. (HS-08)

Ganjar Luncurkan Laboratorium Penyakit Jantung di Tegal

Pelantikan Pengurus PPNI, Bupati Sragen Tekankan Peningkatan Kualitas SDM