in

Jadi Model Revitalisasi, KUA Biringkanaya Makassar Hadirkan Layanan Digital

KUA Biringkanaya, Kota Makassar (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu dari enam KUA model yang dicanangkan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam program Revitalisasi KUA.

Sebagai KUA Model, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya adalah digitalisasi layanan. Kepala KUA Biringkanaya Makassar, Subhan mengatakan KUA yang dipimpinnya sudah menerapkan pelayanan berbasis digital.

Beberapa layanan yang disajikan kepada masyarakat, di antaranya pencarian data pernikahan berdasarkan tanggal pernikahan.

“Masyarakat bisa secara mandiri, mengakses informasi ini pada mesin yang tersedia di KUA,” kata dia, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Layanan digital kedua, kata Subhan, adalah info Kebimasislaman. Di dalamnya, tersaji infografis data pernikahan, data penghulu, data penyuluh, profil KUA, data tempat ibadah, dan data wakaf. “Bahkan, hingga peta potensi konflik,” jelasnya.

Ketiga, Info Haji dan Umrah. Jamaah dapat melakukan pengecekan perkiraaan keberangkatan haji melalui aplikasi yang ada di KUA. Tersaji juga, data PPIU, data KBIHU, dan data jemaah haji,” ujarnya.

“Keempat, layanan konsultasi, baik terkait kemasjidan, zakat wakaf, pembinaan syariah, hisab rukyat, hingga penerangan agama Islam dan manasik haji,” kata dia.

ASN KUA Kecamatan Biringkanaya, lanjut Subhan, sudah mendapat bimbingan teknis terkait program Revitalisasi KUA. Mereka juga sudah mendapat pelatihan tentang standar opersonal pelayanan di kantor.

“Kami berusaha memaksimalkan tenaga, anggaran dan semua yang kami miliki untuk suksesnya pelayanan kepada masyarakat. Karenanya, kami berkomitmen mewujudkan KUA Biringkanaya sebagai pusat layanan keagamaan bagi Masyarakat dengan pelayanan prima dan berkelas,” tandasnya.

Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni bersyukur,  KUA Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menjadi salah satu KUA model. Menurutnya, dipilihnya KUA ini bukan tanpa alasan. KUA dengan luas gedung 300 meter persegi dan berdiri di atas tanah seluas 518 meter persegi ini,  memiliki fasilitas yang cukup representatif, sebagai kantor pelayanan publik yang memenuhi standar pelayanan nasional.

“Dibangun dengan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara senilai Rp1miliar di tahun 2016, KUA Biringkanaya Makassar menghadirkan ruang dan pola pelayanan yang nyaman bagi masyarakat,” terangnya.

 

Selain Front Office yang berfungsi sebagai ruang tunggu yang nyaman, di KUA Biringkanaya juga tersedia ruang konsultasi bagi para pengguna fasilitas. Ada pula ruang balai nikah yang digunakan sebagai ruang pernikahan bagi masyarakat.

“Penambahan fasilitas yang ramah akan penyandang disabilitas membuat KUA Biringkanaya Makassar ini semakin layak disandingkan dengan kantor-kantor pelayanan publik lainnya di perkotaan,” kata dia. (HS-08)

100 KUA Direvitalisasi, Tak Sekadar Pencatatan Nikah

Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Pra Kemerdekaan sampai Kantor Urusan Agama