in

Jadi Jujugan Wisata Religi, Disperkim Tata Makam Mbah Sholeh Darat di Bergota

KH Achmad Hadlor Ihsan selaku mustasyar PCNU Kota Semarang sekaligus pengasuh Ponpes Al Islah Mangkang Kulon saat menghadiri Haul ke-121 KH Sholeh Darat bersama masyarakat yang berziarah di kompleks TPU Bergota, Sabtu (22/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan melakukan penataan di Makam tokoh ulama KH Sholeh Darat di Jalan Bendungan, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan atau kompleks TPU Bergota.

Sebab, selain untuk menghormati atas jasa-jasa beliau, juga banyak peziarah yang datang dari luar kota Semarang untuk berdoa dan sekaligus berziarah.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, selama ini perhatian untuk wisata religi khususnya makam tokoh-tokoh agama di Kota Semarang ini kesannya kurang.

“Pak Wali Kota ingin wisata religi di Semarang itu dikembangkan. Seperti yang dilakukan di makam Sunan Kalijaga di Kabupaten Demak, Sunan Muria di Kabupaten Kudus, dan lainnya,” jelas Pipie, sapaan akrabnya, usai presentasi rencana penataan makam KH Sholeh Darat, Sabtu (22/5/2021).

Menurutnya ada banyak tokoh agama dan lainnya yang terus menjadi jujugan masyarakat untuk berziarah.

Selain tokoh-tokoh seperti Sunan Pandanaran dan KH Sholeh Darat, masih terdapat yang lainnya.

“Di Kota Semarang bahkan setidaknya ada 16 makam yang ramai peziarah. Kalau di TPU Bergota, ada beberapa makam tokoh juga. Nah itu akan bagus bila fasilitas dapat dibangun untuk menunjang wisata religi ini,” paparnya.

Saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk sinergi pembangunannya. Wisata religi ini juga diharapkan terintegrasi antarsatu makam dan lainnya.

Untuk pembangunannya, Disperkim punya kewenangan menambah fasilitas. Seperti cungkup, gerbang, dan penataan jalan masuk.

Kepala Disperkim, Ali, menambahkan, pihaknya meminta masukan para tokoh agama yang ada. Hal ini mencakup bagaimana semestinya pembangunan fasilitas yang memadai untuk para peziarah.

Terlebih, jarak antarmakam di TPU Bergota itu sudah sempit. Sehingga butuh pembangunan akses jalan yang dinilai paling tepat dan beretika. Ada dua desain atau alternatif untuk pembuatan jalan masuk makam yang dipresentasikan.

“Kami meminta masukan pada tokoh agama. Apakah nantinya akses jalan itu di atas tanah ataukah bisa menggunakan teknologi eskalator. Atau tetap jalannya berada di bawah dan saat ini kami masih menunggu keputusannya, agar segera dimulai pengerjaannya pada tahun 2021 ini juga,” jelasnya.

Salah satu peziarah, saat ditemui di sekitar makam, Budi (45) dari Kendal mengatakan, dirinya setiap tahun selalu datang ke makam Mbah Soleh Darat untuk berziarah terutama saat peringatan haul. Di sana dirinya berdoa seperti membaca tahlil dan mengirimkan doa.

“Mbah Sholeh Darat bagi saya jasa-jasa besar untuk negara. Beliau juga dihormati oleh para tokoh ulama lainnya, dan didatangi dari semua penjuru daerah,” katanya.

Dia berharap, di makam tersebut. Ada penambahan fasilitas umum seperti untuk toilet dan wudhu yang representatif. Sehingga peziarah yang datang merasa nyaman saat berada di makam.

“Kalau bisa dibagusin lagi WC dan ada tempat wudhunya. Agar peziarah lebih nyaman dan khusyuk untuk berdoa di sini,” pungkasnya.(HS)

Share This

Truk Ekspedisi Hilang Kendali, Sopir Truk Meninggal Dunia Usai Terprosok Ke Jurang

Di KTT Kesehatan Global, Presiden Dorong Langkah Nyata Atasi Kesenjangan Vaksin