Jadi Binaan Pemkab Pati, Desa Kedungsari Terima Penghargaan Kemendes dan Unicef

Acara Peluncuran Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring ATS dan ABPS Akibat Pandemi Covid-19, (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Unicef, memberikan penghargaan kepada Kedungsari, sebagai Desa Peduli Pendidikan Dengan Memanfaatkan Data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM).

Desa di Kecamatan Tayu ini, merupakan salah satu binaan Pemkab dalam program Pemanfaatan SIPBM Dalam Rangka Monitoring dan Penanganan Anak Tidak Sekolah(ATS / Anak Beresiko Putus Sekolah (ABPS).

Penghargaan ini diserahkan bersamaan dengan kegiatan Peluncuran Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring ATS dan ABPS Akibat Pandemi Covid-19, yang digelar secara virtual oleh Kemendes PDTT.

“SIPBM ATS dilaksanakan di 33 provinsi, 347 Kabupaten, dan 1.104 desa. Dan Alhamdulillah, se-Indonesia akhirnya hanya ada empat desa yang berhasil mendapatkan penghargaan ini,” kata Bupati Pati Haryanto, kemarin seperti dirilis Patikab.go.id.

Menurut Haryanto, Kedungsari masuk kriteria, lantaran telah selesai melakukan pendataan SIPBM ATS, yang dialokasikan dari APBDes Perubahan 2020.

Selain itu sebagai tindak lanjut dari hasil pendataan atas inisiatif desa, hasil pendataan itu ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana kegiatan khususnya dalam penanganan ATS dan ABPS juga untuk anak2 berkebutuhan khusus dan penyandang divabilitas yang dimasukkan dalam RKPDes dan APBDes tahun  2021.

“Desa ini punya nilai plus karena APBDesKedungsari sebagian telah digunakan untuk membiayai warganya, untuk mengikuti Kejar Paket C. Lalu juga mengalokasikan anggaran untuk mengikuti kursus-kursus ketrampilan untuk masyarakat desa,” terang Bupati.

Haryanto berharap capaian ini juga dapat menginspirasi desa-desa lainnya di Kabupaten Pati. “Sehingga pembangunan desa tak melulu hanya fokus pada infrastruktur saja namun juga perlu memperhatikan peningkatan kualitas SDM desa yang merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan desa ke depan,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.