in

Jadi Binaan LPPM Undip, Desa Montongsari Weleri Akan Disulap Jadi Desa Wisata

Ketua Tim LPPM Undip, Sunarti, saat memberikan pemaparan dalam acara FGD di Aula Balai Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Selasa (28/9/2021).

 

HALO KENDAL – Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal menjadi Desa Binaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip), dalam rangka Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Kegiatan Desa Wisata.

Hal tersebut dikupas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim LPPM Undip bersama Pemdes Montongsari dan Lembaga Desa, serta dihadiri perwakilan warga Desa Montongsari, bertempat di Aula Balai Desa Montongsari Weleri, Selasa (28/09/2021).

Tim LPPM Undip yang diketuai Dr Sunarti, S T, MT beranggotakan Mardwi Rahdriawan, ST, MT, Maya Damayanti, ST, MA, PhD serta Landung Esariti, ST, MPS ini memprakarsai pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Montongsari, Kecamatan Weleri.

Sunarti dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Undip menyampaikan, tujuan dari FGD ini untuk menggali data dan informasi tentang potensi, masalah, tantangan dan peluang dalam pengembangan kegiatan wisata di Desa Montongsari.

“Dengan FGD ini, akan kita susun konsep dan wujudkan pengembangan kawasan Desa Wisata di Desa Montongsari ini,” jelasnya, seperti ditulis dalam pers rilis yang diterima halosemarang.id, Rabu (29/9/2021).

Sunarti menjelaskan, peran warga Desa Montongsari sangat penting sebagai pelaksanaan utama dalam proses pengembangan kawasan wisata.

“Sedangkan salah satu bentuk pengabdian Undip kepada masyarakat yakni, program Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU) dalam mewujudkan peran Undip secara nyata pada pembangunan masyarakat Desa,” jelasnya.

Menurutnya, urgensi IDBU ini, karena banyaknya potensi desa yang belum diberdayakan secara optimal, akibat kurang adanya link and match antara hasil riset dengan aspirasi masyarakat.

“Di sinilah peran Undip sebagai Perguruan Tinggi melalui Tridharma yaitu, menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” imbuh Sunarti.

Sementara itu, Saeful Anshori sebagai nara sumber dalam FGD, memaparkan pengalamannya sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Ia menerangkan, tentang bagaimana stategi mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki desa hingga dapat menjadi kawasan Desa Wisata.

“Kuncinya yaitu bagaimana strategi mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki Desa Montongsari ini. Apa objek yang akan kita pasarkan, lalu bagaimana mengembangkan objek tersebut dan bagaimana strategi pemasarannya. Serta didukung dengan pengembangaan SDM warga di desa ini,” terang Saeful Anshori.

Usai acara, Kepala Desa Montongsari Sunaryo mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih karena desa yang dipimpinnya menjadi Desa Binaan dari LPPM Undip dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kegiatan wisata.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Kendal. Untuk itu dirinya akan berdayakan Karangtaruna, PKK, Bumdes serta Lembaga Desa serta secepatnya membentuk Pokdarwis.

“Desa kami mempunya berbagai produk kuliner yang bisa dikembangkan sebagai ekowisata. Desa kami juga memiliki lahan yang bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan aliran Sungai Damar dan Jembatan Welas Asih dengan panorama cukup eksotik untuk spot foto yang instagramable,” papar Sunaryo.

Sementara itu, Wakil BPD Desa Montongsari, Suprat mengungkapkan rasa senang dan bersyukur desanya menjadi Desa Binaan LPPM Undip.

Ia berharap ke depan desanya memiliki kawasan wisata yang akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

“Saya yakin, kawasan sekitar Jembatan Welas Asih yang dibangun tahun kemarin, jika dikembangkan bisa menjadi kawasan wisata di Desa Montongsari,” ungkap Suprat.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Montongsari, Agung Setyo Wibowo (40). Dirinya berharap setelah dilakukan riset oleh Tim LPPM Undip, kawasan di sekitar Jembatan Welas Asih Montongsari bisa segera dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata.

“Kalau Montongsari sudah jadi kawasan wisata, pada akhirnya akan memberikan pemasukan penghasilan masyarakat sekitar. Sehingga dengan hadirnya desa wisata bisa membantu mensejahterakan warga desa Montongsari,” ujarnya.(HS)

Share This

Unit Reskrim Polsek Tembalang Tangkap Pemuda Pengedar Pil Koplo

Anak PAUD Jangan Dipaksa Bisa Calistung