Islamic Centre Surakarta, Dekat Kampus dan Lebih Luas

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, saat menyertai rombongan dari Uni Emirate Arab (UEA), meninjau bakal lahan Islamic Centre di Kentingan, Jebres (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Pemkot Surakarta menyediakan lahan lebih luas untuk Islamic Centre di Kentingan, Jebres. Lahan tersebut juga lebih luas dari yang dibutuhkan.

Pemaparan tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, saat menyertai rombongan dari Uni Emirate Arab (UEA), meninjau bakal lahan Islamic Centre di Kentingan, Jebres, Sabtu (6/3). Peninjauan setelah Setelah prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Sheikh Zayed Grand Mosque.

Lahan yang dibutuhkan untuk Islamic Centre sebenarnya hanya sekitar 2 hektare. Namun oleh pemerintah, disediakan 3,1 hektare. Lokasinya pun berada di dekat kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

“Kami sediakan di dekat UNS seluas 3,1 hektare. Kebutuhan seluas 2 hektare. Namun kita bisa sediakan yang lebih luas,” katanya, seperti dirilis Surakarta.go.id.

“Kami sediakan di dekat UNS seluas 3,1 hektare. Kebutuhan seluas 2 hektare. Namun kita bisa sediakan yang lebih luas,” katanya.

Gibran mengatakan alasan Pemerintah Kota Surakarta menyediakan lahan untuk dibangun Islamic Center di daerah Kentingan Kecamatan Jebres, di belakang kampus UNS, karena ke depan agar bisa dikelola pihak akademisi.

“Kita dekatkan dengan kampus, nantinya kita berharap yang mengelola pihak akademisi, karena ini mengarah untuk pendidikan,” imbuhnya.

Jika lahan tersebut ke depannya dipakai, lanjut Gibran, keberadaannya bisa menghidupkan keislaman  masyarakat sekitar Islamic Center khususnya dan Kota Surakarta umumnya sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan positif masyarakat.

Diketahui Islamic Centre yang satu paket dan satu lokasi dengan masjid,  pembangunannya juga akan ditanggung pihak Uni Emirate Arab (UAE). Namun karena lahan yang berada di eks Depo Pertamina Gilingan kurang luas, Pemerintah Kota Surakarta pun mencari solusi dengan mengarahkan ke lokasi lain.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama Surakarta, Hidayat Maskur mengatakan pembangunan tersebut akan dikerjakan usai pembangunan masjid selesai.

“Setelah pembangunan masjid akan diikuti pembangunan Islamic Center di Solo,” terangnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.