in

Ironis, Saat PPDB 2019 SD Ini Hanya Diminati Satu Calon Siswa

SDN Plalangan 03 Gunungpati, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, di Kota Semarang ada banyak sekolah yang harus menolak siswa karena kuota yang terbatas. Sekolah yang peminatnya banyak ini kebanyakan berada di dalam kota dan termasuk dalam sekolah fovorit. Namun di wilayah pinggiran, ternyata ada juga sekolah yang justru kesulitan mencari siswa karena masih belum mencapai target. Salah satunya SD Negeri Plalangan 03 Gunugpati. Sekolah yanh berada di Jalan Raya Plalangan RT 04 RW 1 Gunungpati, Kota Semarang ini kurang diminati calon siswa.

Hal ini terlihat dari sejak Disdik Kota Semarang melaksanakan pendaftaran PPDB dan verifikasi di sekolah masing-masing mulai 23 Mei-25 Mei 2019 lalu untuk jenjang TK dan SD. Diperoleh hasil, SD Negeri Plalangan 03 yang tedaftar dalam pilihan 1 hanya dikuti satu siswa pendaftar. Dan pilihan 2 hanya ada sembilan siswa pendaftar.
Pengamat pendidikan, Bagas Wirawan mengatakan, dari hasil jurnal pendaftaran secara online terpantau ada beberapa sekolah SD Negeri yang kekurangan murid. Seperti SD Negeri Plalangan 03 Gunungpati ini yang terdaftar hanya beberapa siswa saja.

“Kalau melihat statistik PPDB tahun lalu, sekolah tersebut hanya ada tiga siswa baru. Untuk itu saya sarankan di PPDB tahun depan, sekolah tersebut bisa marger dengan sekolah disekitarnya, agar lebih optimal,” katanya, Sabtu (25/5/2019).

Saat dikonfirmasi Kepala SDN Plalangan 03 Gunungpati, Siti Mukhasanah mengatakan, sedikitnya jumlah siswa baru yang mendaftar ke sekolah yang dipimpinnya, ada beberapa faktor. Di antaranya karena letak sekolah yang kurang strategis.

“Sekolah ini tidak berada di tepi jalan, karena dari jalan masih masuk ke dalam lagi sekitar 50 meter. Sehingga tidak terlihat langsung dari jalan raya,” katanya.

Faktor lain, untuk jumlah usia anak masuk sekolah dasar, dari usia anak 5,5 tahun sampai 6 tahun di wilayahnya sangat sedikit.

“Apalagi tahun ini persyaratan untuk masuk di kelas 1 SD, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Untuk tahun ini tidak ada tes baca tulis dan berhitung (calistung), namun persyaratan pendaftaran diganti berdasarkan usia anak, minimal 6 tahun. Jika usia anak masih 5,5 tahun, maka diwajibkan untuk membawa surat rekomendasi dari psikolog,” terangnya, Senin (27/5/2019).

Adapun syarat lainnya, lanjut Siti, masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni berupa pas photo 3×4 (3 lembar), fotokopi KK dan Akta Kelahiran.

Dikatakan, sebenarnya pihak sekolah telah mensosialisasikan penerimaan siswa baru dari jauh-jauh hari sebelum hari H pendaftaran, dengan membagikan brosur ke masyarakat. Kemudian ke TK-TK dan pihak kelurahan setempat. Bahkan pihaknya menyebarkan promosi lewat media sosial, seperti instagram dan lainnya.

“Namun hal itu belum optimal untuk menarik banyak minat siswa baru yang mendaftarkan diri di sekolah ini. Memang dalam satu zonasi, ada paling tidak tiga sekolah dasar negeri dan satu sekolah swasta yang juga bersaing menarik minat siswa baru. Padahal jumlah anak usia sekolah di sini sedikit,” katanya.

Sedangkan untuk kapasitas ruangan, terang Siti, untuk kelas 1 SDN Plalangan 03 Gunungpati, satu rombel berjumlah 28 orang siswa. Di sekolah tersebut juga diadakan kegiatan ekstrakulikuler siswa berupa rebana, Baca Tulis AlQuran (BTQ), Bahasa Inggris, dan bola voli.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk mencari solusi,” tandasnya.(HS)

Delapan Kali Terima WTP, Ganjar: Terima Kasih Teman-teman ASN

Wujud Kerukunan, Paguyuban Pengelola Rumah Ibadah Lintas Agama Akan Dibentuk