in

Ironis, Dua Anak Ini Diduga “Dikaryakan” Orang Tuanya Untuk Mengemis

Dua anak “manusia silver” yang diamankan Satpol PP Kota Semarang di wilayah Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Sabtu malam (2/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Sangat ironis, dua anak yang masih usia sekolah dasar di Semarang, diduga “dikaryakan” orang tuanya untuk mengemis dengan modus “manusia silver”.

Hal itu diketahui saat jajaran Satpol PP Kota Semarang melakukan razia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di wilayah Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Sabtu-Minggu (2-3/10/2021).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dua anak “manusia silver” yang diamankan pihaknya adalah kakak beradik. Sang kakak laki-laki, sementara adiknya perempuan.

Saat dimintai keterangan, kedua anak tersebut mengaku disuruh orang tuanya untuk mengemis di jalanan. Alasannya membantu kebutuhan ekonomi keluarga.

“Mereka masih usia anak yang duduk di sekolah dasar. Kita amankan di simpang lampu merah Tlogosari-Jalan Arteri Soakarno Hatta dan di Jalan Supriyadi,” katanya, Minggu (3/10/2021).

Dikatakan, kedua anak kakak beradik tersebut diduga disuruh orang tuanya untuk mengemis. Menurutnya hal ini sangat memprihatinkan, karena anak-anak yang seharusnya masih mendapat kasih sayang dari orang tuanya serta diu usia belajar malah harus disuruh menjadi pengemis.

“Apalagi operasi ini kami laksanakan malam hari. Seharusnya mereka ini masih belajar, bukan di jalanan untuk mengemis. Kedua anak tersebut tetap kami amankan, atas dasar Perda nomor 5 th 2014 tentang Penanganan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).

Fajar Purwoto mengatakan, jumlah “manusia silver” di Kota Semarang akhir-akhir ini memang terus bertambah.

“Dalam setahun ada 300 manusia silver yang berhasil kami tangkap. Sehari mereka juga bisa dapat banyak Rp 100 ribu,” ujar Fajar.

Ia menegaskan pihaknya tidak tebang pilih dalam melakukan razia “manusia silver”. Anak jalanan, gelandangan, dan pengemis akan ditertibkan berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2014.

Untuk mencegah keberadaan “manusia silver”, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyiapkan tempat rehabilitasi bagi mereka.

“Semarang ini kota bersih se-Asia Tenggara. Penindakan Perda kami lakukan dengan tegas namun humanis. Sayangnya, belum adanya tempat singgah, banyak dari mereka kembali lagi ke jalan. Itu yang kami akan koordinasikan dengan Dinas Sosial,” pungkasnya.(HS)

Share This

Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar” Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget

Pemkot Semarang Gelar Pra-Event Jelang Festival HAM November 2021