in

Irigasi Mampet, Petani Desa Sendangkulon Kendal Berharap Ada Perbaikan Irigasi

Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir bersama Kabid Sarpras Dispertan Kendal, saat meninjau lokasi persawahan Desa Sendangkulon Kangkung, Kendal, Kamis (16/9/2021).

 

HALO KENDAL – Para petani Desa Sendangkulon, Kecamatan Kangkung mengeluhkan tentang irigasi persawahan yang macet. Saat kemarau, para petani susah mendapatkan air dari irigasi untuk mengairi area persawahan mereka.

“Terutama saluran di sebelah utara desa yang tidak lancar. Debit air sebenarnya ada, namun entah kenapa tidak mengalir ke sawah kami. Untuk itu kami mohon untuk dicarikan solusinya,” ungkap Zaenal Abidin, selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rahayu, Desa Sendangkulon, Kamis (16/9/2021).

Dikatakan, sebenarnya sudah menggunakan mesin penyedot air. Namun saat musim kemarau, air yang disedot untuk mengairi sawah tidak ada. Menurut Zaenal, kendala yang mereka hadapi saat ini adalah biaya operasional mesin. Karena dengan mesin penyedot air, mereka harus merogoh kocek hingga Rp 200 ribu untuk mengoperasikan mesin empat sampai lima kali dalam satu musim tanam.

“Dengan hal ini, maka kami mencoba menyampaikan keluhan kepada Pak Munawir (Ketua Komisi A DPRD Kendal-red), untuk mencarikan jalan keluarnya,” ujarnya.

Para petani berharap kepada dinas terkait melalui Komisi A, untuk memperbaiki atau membuatkan irigasi atau dibuatkan sumur untuk mengairi sawah mereka.

“Harapan kami irigasi bisa dikeruk lagi, karena tanahnya sudah dangkal. Dari pintu DAM sampai tersier sudah dangkal kurang lebih 60-70 persen. Ini yang menghambat mengalirnya air ke sawah kami,” jelas Zaenal.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir pun melakukan peninjauan bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kendal, Kamis (16/9/2021).

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kendal, Munawir mengatakan, sebelumnya para kelompok tani mendatangi kediamannya dan menyampaikan keluhan terkait ketersedian air di musim kemarau untuk mengairi sawah mereka.

Untuk itulah, dirinya mengajak dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, untuk melihat langsung kondisi di lokasi, sekaligus bertemu dengan kelompok taninya dan mencari solusi bersama.

“Jadi ini kami bersama dinas terkait melakukan pengecekan di lapangan, untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan ingin tahu penyebabnya. Serta mencari solusi. Alhamdulillah sudah ada solusi dan dalam waktu dekat akan terealisasi,” tukas Munawir.

Sementara, Kabid Sarana Prasarana Kepala Dispertan Kabupaten Kendal, Dewi Apriliyani mengatakan, kegiatan ini sebagai identifikasi permasalahan yang disampaikan oleh Poktan Sumber Rahayu dan Sumber Urip terkait kesulitan mendapatkan air.

“Jadi sebelum kami melaksanakan identifikasi terkait dengan kondisi di lapangan, kami mendapat dari keluhan kelompok tani Sumber Rahayu dan kelompok tani sumber Urip, yakni dengan ketersediaan air pada musim kemarau,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mencoba melihat lokasi guna mengecek mekanismenya, kemudian apa yang harus dilakukan, dan apa yang diinginkan para petani.

“Karena Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal juga ada kewenangan terkait irigasi, yakni kaitannya tersier dan sekunder. Kalau di PU kewenangannya di sekunder, sedangkan tersier di Dispertan. Makanya kita mengecek di lokasi, kewenangan siapa ini,” terang Dewi.

Selanjutnya menurut Dewi, mekanisme pengajuan perbaikan irigasi harus melalui prosedur penganggaran. “Pastinya kami juga berharap dari poktan atau gapoktan itu membuat pengajuan atau permohonan yang diinginkan seperti apa. Usulan penganggaran harus dari bawah, melalui Musrenbang desa atau kecamatan atau kabupaten. Bisa juga aspirasi melalui dewan.

Secara garis besar, kami ingin mengetahui permasalahan-permasalahan dari petani. Nggak mungkin tidak ujug-ujug punya kegiatan tanpa ada permasalahan di lapangan. Paling tidak dengan tahu permasalahan yang ada di lapangan, kita bisa memberikan solusi. Memang belum semuanya karena juga ketersediaan anggaran yang sangat berpengaruh,” kata Dewi.(HS)

Share This

Tak Mau Duel Berhenti karena Cedera

Persiapan Menuju Kelas Utama