in

IPSI Akan Gelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Kendal Open Championship 2022

Ketua IPSI Kendal, Muhammad Tommy Fadlurohman.

HALO KENDAL – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kendal akan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Kendal Open Championship 2022, yang rencananya dilaksanakan 28 – 30 November 2022.

Kejuaraan antarsiswa SD, SMP, SMA/sederajat dan mahasiswa tersebut dilaksanakan di GOR Sasana Bahurekso Kendal, mengambil tema “Besarkan Pencak Silat Sebagai Budaya dan Jatidiri Bangsa”.

Ketua Umum IPSI Kendal, Muhammad Tommy Fadlurohman menjelaskan, kejuaraan akan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Alhamdulillah Bapak Bupati Kendal, Pak Dico mendukung sekali kejuaraan ini. Karena menurut beliau, bisa mencetak SDM (sumber daya manusia-red) yang handal dan sehat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Tommy tersebut, kepada halosemarang.id, Senin sore (7/11/2022).

Menurut Guru Besar Perguruan Harimau Putih tersebut, digelarnya kejuaraan bertujuan menghidupkan dan membakar semangat para pelajar, mulai dari usia dini hingga dewasa untuk lebih semangat di dalam menekuni olahraga pencak silat.

“Setelah dua tahun kemarin sempat loyo karena dihajar covid, terlebih IPSI saat ini ingin menjadikan Kendal sebagai kotanya para pesilat, yang makmur dan ramai dengan berbagai kegiatan pencak silat di dalamnya, maka kejuaraan ini digelar,” jelas Gus Tommy, yang juga menjabat anggota Komisi C DPRD Kendal.

Dirinya yang baru dilantik menjadi Ketua IPSI Kendal menegaskan, kejuaran pencak silat sebagai bentuk nyata hadirnya IPSI Kendal dalam membesarkan dan mengharumkan serta memperkenalkan Kendal di dunia olahraga dan pendidikan.

“Kami berharap dengan kepengurusan baru, IPSI Kendal akan benar-benar bisa dirasakan kehadirannya, serta mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya akan mengharumkan Kabupaten Kendal di tingkat yang lebih tinggi,” tandas Gus Tommy.

Selain itu, tujuan digelarnya Bupati Open Championship tersebut, sebagai ajang silaturahmi antaratlet maupun berbagai perguruan silat yang ada di Jateng dan DIY.

“Meski semua saling bertanding untuk menjadi pemenang, namun yang utama adalah sebagai ajang silaturahmi, menjaga kerukunan dan persatuan antar atlet pencak silat,” imbuh Gus Tommy.(HS)

Dihantam Banjir, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Kota Semarang

Pasang Wajah Ganjar, Kopi Tugiman Banjir Pesanan