in

IPDN Laksanakan Yudisium Kelulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan Angkatan XI dan XII 2023-2024

Rektor IPDN Prof Dr Hadi Prabowo (kiri) saat acara yudisium kelulusan dan penyerahan sertifikat bagi lulusan program pendidikan profesi kepamongprajaan IPDN angkatan XI dan XII/dok.

HALO SEMARANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)-Kemendagri melaksanakan yudisium kelulusan dan penyerahan sertifikat bagi lulusan program pendidikan profesi kepamongprajaan IPDN angkatan XI dan XII tahun akademik 2023-2024.

Rektor IPDN Prof Dr Drs Hadi Prabowo, MM yang ditemui di Aula Zamhir Islamie IPDN Kampus Jakarta mengucapkan selamat kepada 58 orang lulusan program studi kepamongprajaan tahun ini.

’’Dari 57 orang angkatan XII dan 1 orang angkatan XI ini, ada 15 di antaranya telah menjabat sebagai Camat, 38 orang Kepala Distrik, dan 5 orang Calon Camat,’’ ujar Hadi Prabowo.

Para lulusan ini merupakan perangkat daerah dari beberapa Kabupaten/Kota di antaranya Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Tangerang Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Malaka.

’’Tahun ini ada pula lulusan yang merupakan Kepala Distrik dari Kabupaten Tambraw, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Raja Ampat, Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan,’’ tambahnya.

Berdasarkan Undang-Undang 23 Tahun 2014 dijelaskan, bahwa Camat yang tak memiliki ijazah diploma/sarjana pemerintahan wajib memiliki Sertifikat Profesi Kepamongprajaan yang saat ini kewenangannya ada di IPDN.

’’Semoga sekembalinya dari pendidikan ini, bapak/ibu dapat bekerja giat dan tunjukkan prestasi, dedikasi lebih dalam pelaksanaan tugas atas dasar pemahaman landasan teori, regulasi dan teknis pemerintahan yang baik dan benar, agar pimpinan menilai bahwa layak dan pantas untuk diangkat dan dilantik menjadi camat,’’ paparnya.

Selain mengikuti beberapa mata kuliah terkait pemerintahan, para lulusan ini sebelumnya telah mendapatkan beberapa pelatihan yang dilakukan di labotarium pemerintahan program profesi kepamongprajaan saat menempuh pendidikan di IPDN.

Beberapa pelatihan tersebut di antaranya pelatihan indeks desa membangun dan pelatihan indeks kerawanan pemilu.

Camat sebagai pemimpin daerah, menurut Hadi, dituntut untuk mampu melaksanakan peran-peran sebagai Kader Pamong Praja dalam hal pelaksanaan pembangunan dan pembinaan sosial kehidupan masyarakat di kecamatan.

’’Inilah tanggung jawab camat di mana harus dapat hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya sekadar hadir secara fisik melainkan hadir dalam memberi makna yang mampu memberikan solusi terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat,’’ tuturnya.

Untuk itulah, lanjut dia, camat harus memiliki dan menerapakan nilai, sikap dan karakter pamong praja, yakni berjiwa Pancasila, unggul, profesional dan berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), dan berdaya saing, kader revolusi mental dan agen perubahan, mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat, perekat persatuan dan kesatuan NKRI, berwawasan nasional dan global serta adaptif, inovatif, produktif dan kompetitif.(HS)

Pimpinan Partai Gerindra, PKB, PAN, Nasdem, dan PPP Bertemu, Bicara Kemungkinan “Koalisi Kapal Besar” Pilwakot Semarang 2024

Komitmen Cegah Judi Online, Polres Grobogan Razia Ponsel Anggota