in

Inovatif, Selokan Kotor di Kota Semarang Disulap Jadi Kolam Ikan

Suwarti, salah satu anggota Dasa Wisma RT II RW I Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang memberikan pakan ikan.

 

HALO SEMARANG – Terdapat pemandangan menarik kala melewati Jalan Tamtama Timur I, tepatnya di RT II RW I Saptamarga III Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Saluran air atau selokan yang berada di sepanjang jalan 150 meter itu dipenuhi dengan berbagai jenis ikan. Mulai dari ikan lele, bawal, nila, gurame, hingga ikan koi ada di sana.

Selokan itu dikelola oleh Dasa Wisma (Dawis), atau sekelompok ibu-ibu yang yang berasal dari 10 keluarga. Sekat dipasang di tiap 10 meter disertai filtrasi dan diisi sesuai jenis ikannya.

Suwarti, salah satu anggota Dawis mengatakan, bermula dari keresehan warga setempat karena selokan tak enak dipandang dan kotor. Oleh karena itu, atas inisiatif warga selokan itu disulap jadi kolam ikan pada tahun lalu. Hasil dari pemanfaatan selokan, kemudian dipanen dan telah menghasilkan ratusan kilogram ikan.

“Sebagian dikonsumsi, kemudian ada yang dijual, dan uangnya untuk membeli bibit dan pakan ikan,” jelas Suwarti sembari memberi pakan ikan, Rabu (21/7/2021).

Dikatakannya, setelah dimanfaatkan jadi kolam ikan, banyak warga yang mengunjungi selokan indah ini setiap pagi dan sore hari. Selain itu, adanya selokan ini berdampak positif pada lingkungannya.

“Seringnya pagi saat pemberian makan ikan, orang-orang yang lewat sini, ada yang habis olahraga, atau sepulang kerja, mampir ke sini melihat ikan,” katanya sambil menunjukkan jenis-jenis ikan.

Dengan adanya ruang baru itu, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bagi warga untuk tidak membuang sampah di selokan. Serta dapat menginspirasi kelompok ibu-ibu di daerah lain.

“Ini akan baik, jika semakin banyak yang membuat seperti ini, jadi bisa menginspirasi serta mengedukasi warga yang lain perihal ketahan pangan di tengah pandemi,” paparnya.

Rupanya keberadaan mempercantik selokan itu mendapatkan respon dari warga yang melintas. Joni, warga Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari menganggap hal itu mengingatkan dirinya untuk peduli terhadap lingkungan.

“Senang saja melihatnya, biasanya selokan itu jorok tapi ini enggak,” katanya saat menyambangi selokan itu usai gowes.

Ia berharap, pemerintah dapat merespon kreativitas masyarakat yang memiliki ide memanfaatkan selokan untuk ternak ikan ini.

“Ini harus tahu dinas pariwisata, biar bisa dikembangkan lagi untuk ke depannya,” tandasnya.(HS)

Share This

PPKM Darurat Diperpanjang, Begini Komentar Para Pedagang di Semarang

Hendi: Semarang Masuk Level 4