in

Inilah Program Kredit PLO Bank Jateng, Apa Saja Syaratnya

Tim Analisis Kredit Bank Jateng, Lintang Nova, saat memaparkan Program Kredit Bank Jateng di depan Calon Pensiunan ASN, di Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal, Rabu (13/10/2021).

 

HALO KENDAL – Bank Jateng menyediakan beberapa jenis pinjaman bagi para nasabah. Salah satunya yakni personal loan (PLO), di mana memiliki tujuan, manfaat, serta besar angsuran tersendiri yang perlu dipahami oleh setiap nasabah Bank Jateng.

Hal tersebut disampaikan Tim Analisis Kredit Bank Jateng, Lintang Nova, kepada calon Pensiunan ASN Kendal periode bulan November – Desember 2021, di Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, PLO dapat dimanfaatkan oleh pensiunan, karena angsurannya lebih ringan dan proses pembayarannya yang tidak menyulitkan. Yaitu dengan sistem potong gaji.

“Untuk jangka waktu angsuran pegawai ASN maksimal 20 tahun atau batas usia ketika kredit lunas usia 75 tahun. Sedangkan untuk pegawai swasta angsuran kredit maksimal sepuluh tahun, dengan suku bunga murah, yang siap bersaing dengan bank lain,” jelasnya.

Sementara untuk jenis-jenis PLO, Lintang memaparkan, dari PL0 ASN/CASN, PLO pensiunan, PLO terusan dan PLO swasta/wiraswasta/profesi.

“Persyaratan umum, mengisi formulir kredit disertai fotocopy KTP dan pas foto 4 x 6 (pemohon dan suami atau istri), fotocopy KK dan surat nikah serta fotocopy NPWP. Pokoknya bebas biaya. Baik provisi, administrasi maupun asuransi,” paparnya.

Lintang juga menjelaskan, untuk besarnya angsuran kredit setiap bulan khusus PLO ASN/CASN maksimal sebesar 90% dari penghasilan bersih.

“Bisa juga di atas 90 persen dengan maksimal 100 persen, dengan menyerahkan bukti penghasilan tambahan dan atau penghasilan suami atau istri. Melampirkan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan yang dapat diverifikasi dan surat keterangan penghasilan dari dinas/instansi,” jelasnya.

Sementara persyaratan khusus lainnya menurut Lintang ada rincian gaji, fotocopy ledger gaji, SK CASN (hanya SK CASN dan ijasah terakhir), SK ASN, SK kepangkatan terakhir, Taspen, kartu pegawai.

Sedangkan untuk PLO Terusan, angsuran kredit setiap bulannya maksimal sebesar 70% dengan memperhitungkan besarnya uang pensiun yang akan diterima.

“Bisa juga di atas 70 persen, dengan menyerahkan bukti penghasilan tambahan dan atau penghasilan suami atau istri. Melampirkan surat keterangan usaha dari desa/kelurahan yang dapat diverifikasi dan surat keterangan penghasilan dari dinas/instansi. Sejumlah tiga kali angsuran akan dicadangkan guna pembayaran angsuran ketika masa peralihan,” kata Lintang.

Sementara persyaratan khusus PLO terusan lainnya, ada rincian gaji, fotocopy ledger gaji, SK CASN (hanya SK CASN dan ijasah terakhir), SK ASN, SK kepangkatan terakhir, Taspen, kartu pegawai.

Untuk PLO Pensiunan, Lintang menyampaikan, angsuran kredit setiap bulannya maksimal sebesar 70% dari penghasilan bersih. Dengan jangka waktu menyesuaikan batas usia pemberian kredit, pada saat kredit lunas usia maksimal 75 tahun.

“Persyaratan khusus, SK Pensiun, melampirkan surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas atau rumah sakit dan KARIP,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Lintang juga menyebutkan beberapa promo PLO Back Home Bank Jateng di tahun 2021 ini.

“Suku bunga kami murah dan siap bersaing dengan bank lain. Kemudiaan bebas biaya administrasi, provisi dan asuransi. Di program kredit PLO ini, ambil Rp 150 juta dapat Rp 150 juta, kredit Rp 250 juta dapat Rp 250 juta berlaku sampai akhir tahun,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Suko Hariyadi saat ditemui halosemarang.id di ruang kerjanya menambahkan, PLO adalah jenis angsuran dari Bank Jateng bagi nasabah dengan penghasilan tetap ataupun tak tetap.

Artinya bila pekerjaan debitur adalah wiraswasta atau profesional masih bisa melakukan pengajuan PLO.

“Yang jelas yang bersangkutan sebagai warga negara Indonesia, yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap. Seperti ASN/CASN, TNI/Polri atau tenaga profesi dan wiraswasta,” jelasnya, Kamis (14/10/2021).

Suko menyebut, program PLO dapat diajukan jika tujuan peminjamannya menyesuaikan kebutuhan komsumtif.

“Di antaranya, pembelian rumah, pembelian tanah, pembelian kendaraan, biaya pendidikan atau biaya menikahkan anak. Tentunya dengan memperhatikan gaji dan sisa masa aktif. Kami mampu mengeluarkan maksimal kredit Rp 1 miliar,” ujarnya.(HS)

Share This

AMPHURI Jateng Tunggu Keputusan Pelaksanaan Ibadah Umrah

Jateng Provinsi Terbaik Soal Kesetaraan Gender