in

Ini Upaya Satlantas Polrestabes Semarang Untuk Cegah Terjadinya Kecelakaan Di Sigar Bencah

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit.

 

HALO SEMARANG – Satlantas Polrestabes Semarang terus berupaya melakukan pengamanan di turunan Sigar Bencah atau Jalan Imam Suparto, Kecamatan Tembalang, dengan memasang rambu peringatan di sepanjang jalan tersebut.

Hal ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan di wilayah tersebut, mengingat pada Kamis (9/9/2021) lalu terjadi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengatakan, ada beberapa rambu peringatan yang akan dipasang. Di antaranya terkait imbauan untuk pindah gigi rendah ketika hendak melewati turunan tajam di jalan tersebut.

Peringatan selanjutnya, kata dia, yaitu kendaraan bermuatan berat hanya boleh melintas mulai jam 18.00 – 05.00 WIB. Pihaknya melarang kendaraan bermuatan melintas di luar jam itu karena mobilitas masyarakat yang lebih tinggi.

“Ini sebagai tindaklanjut dari kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (9/9/2021) kemarin. Nantinya rambu akan dipasang mulai dari depan Koramil 12 Tembalang sampai SPBU Sigar Bencah,” jelasnya Senin (13/9/2021).

Upaya lain, lanjut Sigit, yaitu pihaknya juga akan memasang pita kejut. Tujuannya untuk mengembalikan kesadaran pengemudi jika mengantuk dan juga di sepanjang jalan nantinya akan dipasang lampu flashlight sebagai tanda rambu hati-hati.

“Terakhir nanti akan dipasang cermin cebung. Lokasinya di tikungan setelah Koramil kalau dari arah Tembalang. Jadi baik yang dari atas maupun bawah bisa terlihat,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama dengan Dishub Kota Semarang dan DPU Kota Semarang akan melakukan penertiban dan sosialisasi di wilayah Sigar Bencah. Ia berharap dengan dipasangnya rambu peringatan, para pengemudi bisa lebih berhati-hati saat melintas.

Sigit juga sudah menyarankan agar di wilayah tersebut dibangun jalur penyelamat. Hal itu ia minta jika apabila ada kendaraan bermuatan yang mengalami rem blong bisa masuk ke jalur tersebut. Sehingga fatalitas korban kecelakaan bisa diminimalisasi.

“Kalau jalur penyelamat ini rencana jangka panjang. Karena prosesnya untuk membuat ini juga panjang. Fokus utama kami saat ini memasang rambu peringatan baru setelahnya jalur penyelamat,” bebernya.

Dia juga menyebut jalur lain yang rawan kecelakaan yakni di Silayur dan Gombel Lama. Hal ini dikarenakan jalurnya yang berupa tanjakan dan banyak tikungan.

“Tapi kecelakaan seringnya terjadi karena pelanggaran yang dilakukan pengendara,” imbuhnya.(HS)

Share This

Mendekati Penyelenggaraan PON XX, Kodam Cenderawasih Kembali Gencarkan Serbuan Vaksinasi

Presiden Tinjau Vaksinasi Jemput Bola di Klaten