Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Ini Strategi Pemkot Semarang untuk Menaikkan Pendapatan Pajak Daerah

Kepala Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan penerimaan pajak daerah pada 2020 sebesar Rp 1,825 triliun. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,469 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, pada 2019, target Rp 1,469 triliun telah tercapai bahkan over target. Namun menurutnya masih ada beberapa pajak yang harus ditingkatkan.

“Semisal pajak retribusi yang dikelola oleh 14 OPD di antaranya Dishub, Disdag, dan Disperkim. Selama ini pajak retribusi belum bisa menembus target,” tutur Agus, Jumat (17/1/2020).

Untuk mencapai target, Dia menegaskan tidak akan menaikan tarif pajak yang harus ditanggung wajib pajak.

“Kami tidak ingin menaikkan tarif pajak. Kasian masyarakat jika tarifnya dinaikkan. Kami siapkan terobosan-terobosan lain untuk menaikkan pendapatan,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menerangkan, Bapenda telah menyiapkan beberapa terobosan untuk menaikkan pendapatan daerah agar pembangunan di Kota Semarang semakin maju, satu di antaranya memperbaiki database sehingga data penunggak pajak akan lebih jelas.

Kemudian, pihaknya bakal menggandeng aparat kejaksaan untuk pendampingan maupun eksekusi terhadap para penunggak pajak.

“Kemarin kami sudah MoU dengan Kejari. Untuk mekanismenya lebih lanjut kami sedang membahas, nanti bisa pendampingan, bisa eksekusi,” paparnya.

Terobosan lain, lanjut Agus, Bapenda akan mengintegrasikan data perpajakan dan data perizinan yang dimiliki Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) agar wajib pajak yang baru bisa langsung terdaftar.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan pemasangan electronic tax (e-tax) yang dipasang di sejumlah wajib pajak, di antaranya restoran dan hotel.

Saat ini, baru ada 126 alat yang dipasang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank Jateng untuk penyediaannya.

“Kebutuhan alat sampai 1.000 lebih, tapi kami tidak bisa melakukan pengadaan sendiri namun harus melalui Bank Jateng, sehingga kami terus koordinasi,” tambahnya.

Menurut Agus, data yang terdapat pada E-tax langsung terintegrasi dengan data di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga dipastikan para wajib pajak tidak bisa melakukan kecurangan dalam pembayaran pajak.

Dengan upaya-upaya tersebut, dia yakin pendapatan daerah Kota Semarang akan semakin meningkat yang nantinya akan berdampak langsung terhadap pembangunan kota.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Juan Rama menilai, selama 2019 pendapatan pajak sudah cukup baik. Dia pun sangat mendukung adanya kenaikan target penerimaan pajak untuk menunjang pembangunan di Kota Semarang.

“Kenaikan target pasti, saya anggap itu wajar karena memang harus ada peningkatan,” tutur Juan.

Pihaknya terus mendorong sektor pajak yang belum dapat mencapai target agar bisa tembus target pada 2020 ini, satu di antaranya Dinas Perdagangan.

“Saya optimis penerimaan retribusi akan meningkat terutama untuk retribusi di Dinas Perdagangan karena kami sudah gelontorkan anggaran untuk pengadaan alat guna menunjang e-retribusi,” ujarnya.

Menurut Juan, penerapan e-retribusi harus dapat dimaksimalkan di setiap pasar agar dapat mendongkrak pendapatan daerah dari sektor retribusi.

“Insyaallah kami akan terus berkoordinasi dengan OPD mitra Komisi B untuk menaikkan pendapatan Kota Semarang,” imbuhnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang