Ini Prosedur Jika Ada Warga yang Ingin Pinjam Mobil Dinas Wali Kota untuk Pernikahan

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Bila biasanya kepala daerah memanfaatkan fasilitas kedinasannya untuk memaksimalkan tugas, lain dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang tersebut justru memilih tidak menggunakan beberapa fasilitas yang disiapkan untuk dirinya sebagai Wali Kota Semarang.

Sebut saja rumah dinas di Jalan Abdul Rahman Saleh, Kota Semarang, yang tak pernah ditempatinya.

Memilih mendiami rumah pribadinya di wilayah Lempongsari, Kota Semarang, kini pada masa pandemi, Rumah Dinas Wali Kota Semarang pun difungsikan sebagai rumah karantina penderita Covid-19.

Selain itu yang terbaru, karena tak pernah menggunakan mobil dinas berjenis Toyota Camry dengan plat nomor H 1 A untuk aktivitas sehari-hari, Hendi kini juga mempersilakan mobil dinasnya untuk dapat dimanfaatkan warga, guna kegiatan pernikahan.

Hal itu diumumkan oleh Wali Kota Semarang tersebut melalui akun Instagramnya @HendrarPrihadi.

Tak hanya meminjamkan kendaraan berjenis sedan itu saja, Hendi menyebutkan akan menyiapkan pengemudi dan bahan bakar secara cuma-cuma, alias gratis.

Menariknya lagi, bagi masyarakat yang nantinya memanfaatkan mobil dinas Hendi tersebut juga akan lengkap menggunakan plat nomor H 1 A, yang biasanya digunakan untuk kegiatan kedinasan Wali Kota Semarang.

Hendi menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menggunakan mobil dinasnya untuk kegiatan pernikahan pada hari Sabtu dan Minggu, cukup mengirimkan surat permohonan kepada dirinya.

Surat tersebut bisa dikirim ke kantor Wali Kota, di Kompleks Balai Kota Semarang. Untuk komunikasinya, masyarakat yang akan meminjam bisa berkomunikasi dengan Bagian Rumah Tangga Pemkot Semarang.

“Oh ya mekanismenya harus mengajukan, supaya transparan. Misalnya dalam waktu yang ditentukan sudah ada yang ingin menggunakan atau belum,” tutur Wali Kota Semarang itu.

“Semua masyarakat boleh pinjam, tapi kami prioritaskan untuk warga Semarang. Lokasi pernikahannya di Semarang, gratis mobilnya, drivernya, dan BBMnya,” tekannya.

Namun di sisi lain, Hendi juga berpesan bahwa kegiatan pernikahan yang dimaksudkannya harus sesuai dengan standart operasional prosedur kesehatan yang ditetapkan pada masa pandemi.

“Intinya kami ingin berbagai kebahagiaan di tengah pandemi ini, jadi silakan untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan untuk melaksanakan akad atau kegiatan pernikahan. Tapi tetap dengan ruang lingkup memperhatikan SOP kesehatan,” tegas Hendi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.