Ini Pesan Wabup Kendal Kepada Pedagang Pasar Weleri Yang Enggan Direlokasi

Acara sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Weleri di Aula Kecamatan Weleri, Sabtu (20/3/2021).

 

HALO KENDAL – Terkait masih adanya pro dan kontra rencana relokasi pedagang pasar Weleri ke Terminal Bahurekso, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, hari ini menemui para pedagang untuk berdialog dan mencari solusi bersama.

Dalam acara sosialisasi rencana pemindahan pedagang Pasar Weleri yang terbakar tersebut, dipandu oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, di Aula Kecamatan Weleri, Sabtu (20/3/2021).

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal berupaya untuk mencari solusi dengan mencarikan tempat berjualan sementara bagi pedagang.

“Dengan direlokasinya sementara para pedagang di Terminal Bahurekso, nantinya para pedagang bisa berjualan dengan aman dan pembeli merasa nyaman. Selain itu, ketertiban dan kebersihan lingkungan berjualan bisa terjaga,” terangnya.

Beberapa masukan dalam dialog dari pedagang, sebagian besar merasa enggan untuk dipindah. Salah satunya pedagang bernama Widodo, dirinya beralasan bahwa di sana tidak bisa menjamin bahwa dagangannya nanti akan laku.

“Saya pedagang di lokasi lantai bawah Pasar Weleri, dan kebetulan sebagai ketua koordinator di sana. Kami merasa keberatan jika dipindah ke Terminal Bahurekso, karena di sana itu lokasinya sangat jauh. Pelanggan kami mayoritas adalah ibu-ibu yang notabene sudah tua. Jadi kalau tempatnya jauh mereka pasti enggan datang,” kata Widodo yang juga mendapat dukungan dari pedagang lain.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Pakde Bas tersebut pun menjawab, pemerintah daerah tidak ada sedikitpun mempunyai niatan yang tidak baik kepada rakyatnya. Karena dengan relokasi sementara ini, setidaknya 2.200 pedagang bisa tertampung.

Diyakinkan kembali, bahwa dirinya bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto, selalu siap memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Untuk itu dirinya meminta kepada pedagang, bisa mengikuti dan mematuhi apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Daerah.

“Saya bisa jadi Wakil Bupati berkat panjenengan, jadi saya tidak mungkin memiliki niat tidak baik kepada panjenengan semua. Di usia seperti saya sekarang ini, hanya ingin berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandas Pakde Bas.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada pedagang bisa mengikuti dan mematuhi apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Daerah. Karena baik relokasi di Terminal Weleri maupun di Pasar Hewan Weleri, tempatnya kurang memadai.

“Kalau di Terminal Bahurekso kami bisa jamin, para pedagang dan pembeli bisa merasa nyaman dan aman juga bersih. Tapi kalau yang di tempat sekarang, kami tidak bisa menjamin,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang barang pecah belah dan peralatan rumah tangga, Johan berharap, relokasi yang akan dilaksanakan bisa mempertimbangkan aspek sosial dan keluhan dari pedagang.

Menurutnya, pedagang yang sudah habis-habisan dan sekarang berusaha bangkit untuk berjualan lagi, juga sudah mengeluarkan biaya puluhan juta untuk menyewa atau untuk mendapatkan lapak hingga barang dagangannya.

“Seperti saya, selama ini berjualan sementara di lokasi Desa Penyangkringan, itu juga sudah keluar biaya banyak. Kami hanya pedagang kecil, masyarakat kecil, tentunya berharap ada solusi permasalahan ini. Bukan hanya sekadar menyiapkan lapak relokasi saja,” ungkapnya.

Selain itu Johan juga mengungkapkan, jika pedagang itu jika tidak berjualan tidak bisa makan. Apalagi jika jualannya tidak laku. Jadi menurutnya bukan hanya lapak saja solusinya, tapi juga kemungkinan diakses pembeli.

“Yang secara otomatis apabila pedagang dipindah di Terminal Bahurekso, maka langganan akan mencari pedagang yang lebih dekat dengan pusat prekonomian Weleri,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.