Ini Penyebab Kebakaran di Pom Mini Banyumanik Yang Mengakibatkan Dua Orang Mengalami Luka Bakar

 

Warga melihat kondisi terkini kebakaran pom mini di Jalan Grafika Raya, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Penyebab kebakaran pom mini di Jalan Grafika Raya, Kelurahan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (26/4/2021) diduga karena kelalaian.

Sebelum kebakaran, kejadian berawal saat karyawan pom mini sedang mengisi bensin ke tabung di mesin pom tersebut.

Saat melakukan pengisian, karena karyawan kurang hati-hati dan tidak fokus kemudian tabung penuh mengakibatkan bensin meluber ke kabel yang menyebabkan percikan api.

“Karyawan ada dua orang, mereka langsung tersambar api di lokasi,” ucap warga sekitar, Kasifah, Selasa (27/4/2021).

Setelah itu, karena bensin yang mudah terbakar percikan api tersebut langsung membesar dan melumat bangunan pom mini seluas 4 meter x 3 meter.

Dua mesin pom mini, tabus gas, dan barang jualan lainya seperti mainan anak-anak ikut hangus. Kondisi terkini di lokasi kejadian diberi garis polisi.

Kasifah menjelaskan, kedua korban juga sempat berusaha memadamkan api yang membesar.

Beruntung mereka sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Korban laki-laki alami luka bakar 40 persen di bagian tubuhnya dengan luka bakar didominasi tangan dan kaki.

Begitu pun karyawan perempuan yang alami luka bakar di tubuhnya sebesar 30 persen. Luka bakar terjadi di tangan dan kaki dan wajah.

“Mereka sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Korban pria di RS Banyumanik sementara korban perempuan di RS Hermina,” terangnya.

Dia menyebut, pemilik Pom Mini atas nama Arif warga Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.

Pemilik sudah datang ke lokasi sekaligus meminta maaf ke warga terdampak dan siap mengganti kerugian yang dialami warga. Namun pemilik meminta waktu lantaran fokus membiayai pengobatan kedua karyawannya.

“Iya tadi sudah ke sini mendatangi rumah,” jelasnya.

Akibat kebakaran sempat membuat warga waswas lantaran kejadian kebakaran berada di tengah permukiman warga.

Beberapa warga ikut berjibaku memadamkan api agar tak merambat ke rumah warga.

Sementara itu, Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang, Trijoto Poeja Sakti mengimbau kepada pemilik usaha yang berpotensi menimbulkan panas atau api untuk menyediakan keamanan yang baik.

Sekaligus memiliki bekal terkait evakuasi kebakaran yang mumpuni.

Tujuannya, ketika terjadi kebakaran para pelaku usaha sudah mengerti penanganan pertama untuk mengatasi kebakaran dan bagaimana menghubungi petugas pemadam.

Alangkah baiknya pemilik usaha juga berinvestasi alat pemadam kebakaran.

Semisal terjadi kebakaran langsung bertindak melakukan penanganan partama.

“Sayangnya pengusaha pom bensin mini kebanyakan tanpa rekomendasi untuk proteksi kebakaran. Padahal risiko kebakaran besar sekali terjadi,” imbuhnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.