in

Ini Penjelasan Bupati Kendal Tentang Lima Arah Kebijakan Pembangunan

Musrenbang RPJMD tahun 2021-2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (31/5/2021).

 

HALO KENDAL – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal, Senin (31/5/2021).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah merupakan dokumen perencanaan pembangunan 5 tahun yang merupakan penjabaran Visi dan Misi Kepala Daerah.

Adapun visi 5 tahun kedepan adalah “Kendal Handal, Unggul, Makmur dan Berkeadilan”.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2020 mengalami perlambatan akibat dari perlambatan ekonomi Indonesia yang sedang dialami.
Kabupaten Kendal sendiri mencapai -1,53%, angka kemiskinan berada di 9,99 %, dan pengangguran 7, 56%.

Berdasarkan dari persentase yang dialami Kabupaten Kendal, diperlukan adanya arah pembangunan yang dapat memulihkan pertumbuhan ekonimi secara bertahap.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyampaikan, dalam jangka waktu yang ada, pelaksanaan visi dan misi akan dilakukan dalam lima arah kebijakan pembangunan.

“Di tahun 2022 kita mengusung tema Kendal Recovery, kemudian di tahun 2023 dengan tema Kendal Competitive, di tahun 2024 Kendal Smart City, dan di tahun 2025 Kendal Inclusive, serta di tahun 2026 kendal Sustainable,” paparnya.

Lima Kebijakan yang diutarakan oleh Dico, yakni pada tahun 2022 akan memprioritaskan pemulihan ekonomi berbassis pemengembangan potensi unggulan daerah dan sumber daya alam.

“Kemudian pada tahun 2023, Pemkab Kendal akan memprioritaskan optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM),” ujarnya.

Lebih lanjut pada tahun 2024 prioritas pembangunan pada perwujudan tata kelola pemerintah yang efektif, efisien, bersih, transparan dan akuntabel, sesuai dengan konsep Kendal Smart City.

Kemudian di tahun 2025 akan fokus pada pembangunan daerah dan ekonomi yang merata dengan peningkatan kualitas infrastruktur.

“Sedangkan di penghujung tahun 2026, kami akan berfokus pada pembangunan peningkatan ketahanan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Dico.

Pelaksanaan Musrenbang yang digelar menerapkan protokol kesehatan, peserta utama yang hadir dibatasi sedangkan peserta lain mengikuti secara virtual.(HS)

Ini Rincian Non-ASN Kota Semarang Diputus Kontrak

Kepastian Haji 2021, Kemenag: Kita Bahas dengan DPR