Ini Komentar Hendi Tentang Posisi Gambarnya di Surat Suara Pilwakot Semarang

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melakukan pengundian tata letak surat suara Pilwakot Semarang, Kamis (29/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Usai ditetapkan sebagai pasangan calon tunggal dalam ajang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang tahun 2020, pasangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan pengundian tata letak surat suara, Kamis (29/4/2020).

Adapun pengundian tata letak surat suara menjadi tahapan pencalonan terakhir yang ditentukan oleh KPU Kota Semarang, sebelum pasangan calon tunggal yang akrab disapa Hendi – Ita tersebut memulai kampanye pada tanggal 26 September 2020.

Bertempat di Hotel Patra Semarang, baik Hendi maupun Ita kompak tiba di acara menggunakan pakaian putih hitam, yang sama dengan foto surat suara yang diajukan.

Adapun pengundian tata letak surat suara kali ini dihadiri oleh undangan dengan jumlah yang sangat terbatas, lebih sedikit ketimbang yang diperbolehkan pada tahapan-tahapan sebelumnya.

Hal ini dilakukan sebagai bagian mematuhi ketentuan KPU Pusat terkait protokol kesehatan. Dipimpin langsung Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dan disaksikan ketua Bawaslu serta jajarannya, Hendi-Ita mengikuti pengundian tanpa membawa pendukungnya.

Sikap tersebut diambil oleh Hendi – Ita untuk dapat mendukung upaya KPU Kota Semarang dalam menjalankan tahapan aman dan sehat.

Pasangan calon tunggal dalam Pilwalkot Semarang 2020 ini dalam kesempatan tersebut dipastikan foto keduanya menempati posisi kiri pandangan mata pemilih, dalam kertas coblosan pada 9 Desember 2020 mendatang. Hendi sendiri mengaku tidak masalah menempati posisi manapun pada surat suara.

“Alhamduillah, tahapan hari ini kita lewati dengan baik dan lancar. Saya dan Mbak Ita saat proses pengambilan tata letak mendapatkan posisi sebelah kiri pandangan mata pemilih,” ungkap Hendi menginformasikan ke awak media yang hadir.

Lebih lanjut Hendi meyakini, jika posisi fotonya dalam surat suara tersebut tidak akan mempengaruhi pemilih dalam memilih dirinya.

Hendi meyakini yang terpenting adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk yakin datang ke TPS dan mencoblos sesuai ketentuan agar sah.

Di mana dalam mensosialisasikan hal tersebut, dirinya akan dibantu dari 9 partai politik pengusun, 5 partai politik pendukung, puluhan kelompok relawan, serta komunitas.

“Saya rasa doa kami semua, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini diberikan kelancaran dan kemudahan untuk dapat melenggang ke tahapan selanjutnya,” harap Hendi.

Ditanya terkait strategi pemenangan melawan kolom kosong, Hendi-Ita telah merencanakan berbagai kegiatan selama masa kampanye, yang dimulai pada 26 September 2020.

Bersama dengan wakilnya, Ita, di kampanye hari pertama Hendi akan berkunjung ke tokoh-tokoh dan sesepuh, termasuk media di Kota Semarang.

Hal tersebut dilakukan untuk meminta doa restu dan dukungan agar Pilwalkot 2020 ini dapat berjalan secara Luber, Jurdil, dan sehat.

“Hasil akhirnya mudah-mudahan kami berdua dapat lulus dan lolos dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang ini,” pungkas Hendi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.